Pencarian

Toyota Supra Generasi Kelima: Desainer Calty Ungkap Alasan Produksi Tak Sepenuhnya Mirip Konsep FT-1

Sabtu, 25 Juli 2026 • 13:33:01 WIB
Toyota Supra Generasi Kelima: Desainer Calty Ungkap Alasan Produksi Tak Sepenuhnya Mirip Konsep FT-1

SUMATERA SELATAN — “Time always tells how good of a product you designed,” kata Alex Shen, Studio Chief Designer Calty Design, saat ditanya soal jarak antara konsep dan produk jadi. Dalam wawancara eksklusif dengan The Drive, Shen menjelaskan bahwa Calty—studio desain Toyota di California—menghasilkan banyak “early studies” yang memang tidak dimaksudkan untuk konsumsi publik, apalagi menjadi mobil produksi massal.

Awal Mula: Studi Desain yang Tak Terduga

Konsep FT-1 lahir dari proyek tahunan yang dipilih sendiri oleh tim desainer Calty. Saat itu, Shen dan tim tidak mendengar adanya rencana produksi sports car sama sekali dari Toyota. “Kami punya citra yang cukup bagus saat itu,” ujarnya. Ide mereka sederhana: membuat desain yang mewakili “roh Supra”—dari Celica Supra menuju pure sports car. Hasilnya adalah FT-1, sebuah konsep agresif dengan hidung panjang dan lekukan dramatis.

Tapi tanpa platform atau izin manajemen, desain itu hanya tinggal render. Tim bahkan tidak tahu apakah proyek ini akan disetujui, mengingat sports car dianggap sebagai lini yang merugi.

Peran Gran Turismo dalam Meyakinkan Manajemen

Alih-alih membuat show car mahal, Calty mengambil pendekatan tak lazim: memasukkan FT-1 ke dalam game balap Gran Turismo (Polyphony Digital). “Kami menaruhnya di mesin,” kata Shen. Setelah beberapa lap digital, Akio Toyoda (Akio-san) langsung terkesan. Perintah dari puncak manajemen turun: bangun show car. Ini langka di industri yang semakin enggan membuat mobil pameran tanpa kepastian produksi.

Setelah show car rampung, barulah Toyota mulai mempertimbangkan platform bersama BMW yang sudah berjalan. Shen mengakui tim desain saat itu tidak sadar akan kompleksitas teknis dan finansial yang menanti.

Kompromi Produksi: Platform BMW dan Kendala Biaya

Begitu platform Z4 ditetapkan sebagai basis, desain FT-1 harus dikompromikan. Proporsi roda, overhang, dan posisi kabin berubah drastis. “Versi produksi harus realistis: memenuhi regulasi, biaya cetakan, dan target volume,” jelas Shen. Hasilnya, Supra A90 punya kap mesin lebih pendek, kabin mundur, dan garis atap yang tidak sedramatis konsep. Banyak penggemar kecewa karena perbedaan itu, tapi Shen menilai waktu akan menguji kualitas desain.

Tidak ada rencana pengganti langsung untuk Supra. Menurut Shen, segmen sports car masih berat secara finansial, dan Toyota tidak punya urgensi untuk mengulangi langkah berisiko seperti dulu.

Warisan yang Tertangkap dalam Pixel dan Baja

Satu hal yang patut dicatat: FT-1 tetap hidup dalam piksel Gran Turismo, sementara Supra A90 membawa DNA yang sama dalam bentuk lebih jinak. “Yang membuatnya tetap Supra adalah semangatnya,” kata Shen. Bagi penggemar yang menginginkan kemurnian konsep, mungkin hanya bisa diakses lewat layar konsol.

Cerita ini mengingatkan bahwa desain konsep dan mobil produksi adalah dua dunia berbeda—yang pertama bebas bermimpi, yang kedua harus bernapas di bumi dengan aturan pabrik dan anggaran. Dan kadang, perbedaan itulah yang justru membuat keduanya berharga.

Bagikan
Sumber: thedrive.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks