Pencarian

NTP Sumsel Naik 6,61 Persen pada Mei 2026, Karet dan Sawit Jadi Penopang Utama

Jumat, 05 Juni 2026 • 01:14:31 WIB
NTP Sumsel Naik 6,61 Persen pada Mei 2026, Karet dan Sawit Jadi Penopang Utama
Nilai Tukar Petani Sumatera Selatan naik 6,61 persen pada Mei 2026 didukung oleh harga karet dan sawit.

PALEMBANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi ini mencapai 141,54 pada Mei 2026. Angka itu naik 6,61 persen dari posisi April 2026 yang sebesar 132,76.

Kenaikan Harga Karet dan Sawit Jadi Pendorong

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto menjelaskan, kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi ketimbang indeks harga yang dibayar petani. “Indeks harga yang diterima petani naik 7,31 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,78 persen,” katanya di Palembang, Kamis.

Komoditas utama yang menyumbang kenaikan indeks harga terima petani antara lain karet, kelapa sawit, gabah, cabai merah, sapi potong, dan kakao. Subsektor perkebunan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,18 persen, disusul hortikultura 3,54 persen, tanaman pangan 1,17 persen, dan peternakan 0,38 persen.

Subsektor Perikanan Justru Terkontraksi

Di sisi lain, subsektor perikanan mengalami penurunan sebesar 0,81 persen. Penurunan itu berasal dari perikanan tangkap yang turun 0,63 persen dan perikanan budidaya yang turun 1,05 persen.

Kondisi ini menunjukkan masih adanya tekanan pada nelayan dan pembudidaya ikan di Sumsel, meskipun sektor perkebunan tengah berada di fase ekspansi harga.

Biaya Konsumsi Rumah Tangga Petani Ikut Naik

BPS juga melaporkan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumsel pada Mei 2026 naik 0,81 persen menjadi 131,59. Artinya, biaya konsumsi rumah tangga petani dan masyarakat perdesaan ikut meningkat. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,12 persen.

Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran yang naik 0,56 persen, transportasi 0,34 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,27 persen.

NTUP Juga Menguat, Indikator Usaha Pertanian Semakin Sehat

Pada periode yang sama, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumsel tercatat sebesar 146,10 atau naik 6,93 persen. Kenaikan NTUP didorong oleh indeks yang diterima petani yang naik 7,39 persen, sementara indeks biaya produksi hanya naik 0,43 persen.

NTUP meningkat pada subsektor tanaman pangan sebesar 1,52 persen, hortikultura 3,47 persen, perkebunan 8,52 persen, dan peternakan 0,45 persen. Namun, subsektor perikanan kembali turun 0,63 persen.

Kenaikan NTP dan NTUP ini menjadi sinyal positif bagi daya beli petani di Sumsel, meskipun disparitas antar subsektor masih perlu mendapat perhatian pemangku kebijakan.

Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks