PALEMBANG — Ribuan jemaah haji asal Sumatera Selatan kini berada di fase Armuzna, puncak rangkaian ibadah haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kondisi ini menjadi perhatian utama keluarga di tanah air karena fase tersebut dikenal sebagai momen paling menantang secara fisik dan mental.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumsel, Muhamad Arkan Nurwahiddin, menyatakan bahwa seluruh petugas haji terus mendampingi jemaah agar dapat menjalani fase ini dengan aman dan lancar. Para pembimbing ibadah, ketua rombongan, dan ketua regu disiagakan untuk membantu kebutuhan jemaah selama di maktab maupun saat perpindahan antar lokasi.
Apa yang Membuat Fase Armuzna Paling Berat?
Fase Armuzna menjadi rangkaian paling berat karena kombinasi suhu panas ekstrem dan kepadatan massa yang luar biasa. Di Padang Arafah, jutaan manusia berkumpul tanpa perbedaan status, menjadikan momen ini sebagai puncak penghambaan sekaligus ujian kesabaran dan ketahanan tubuh.
“Di Padang Arafah, jutaan manusia akan berdiri tanpa membedakan jabatan dan kedudukan. Yang tersisa hanyalah hati yang tunduk dan doa-doa kepada Allah,” ujar Arkan dalam pesan resminya, Selasa (26/5/2026).
Bagaimana Petugas Mendampingi Jemaah?
Petugas haji memperkuat pendampingan, terutama terhadap jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Arkan meminta seluruh jemaah menjaga kesehatan dan mengatur energi selama menjalani rangkaian ibadah yang sangat padat ini.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para petugas haji agar tetap sabar dan ikhlas. “Jadilah pelayan jemaah yang lembut hatinya, kuat tenaganya, dan luas kesabarannya,” katanya.
Momen Emosional bagi Jemaah Sumsel
Bagi sebagian jemaah asal Sumsel, fase Armuzna menjadi momen paling emosional dalam perjalanan ibadah haji. Wukuf di Arafah menjadi puncak penghambaan sekaligus kesempatan memperbanyak doa dan istighfar.
Keluarga jemaah di Sumsel terus memantau perkembangan kondisi anggota keluarganya melalui grup kloter dan informasi dari petugas haji di Arab Saudi. Pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalani puncak ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat serta memperoleh predikat haji mabrur dan mabrurah.