ChatGPT tetap menjadi aplikasi paling banyak diunduh di App Store, namun OpenAI nampaknya sedang menyiapkan kejutan lainnya. Perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman ini terus berinvestasi besar dalam pengembangan Codex desktop, dengan update yang dirilis hampir setiap hari.
Persiapan Peluncuran dengan Update Terbaru
Update terbaru Codex hadir dengan fitur yang menarik perhatian: sebuah prompt sederhana yang menanyakan kepada pengguna satu pertanyaan fundamental: "Apa jenis pekerjaan yang Anda lakukan?" Pertanyaan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi OpenAI untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna.
Berdasarkan jawaban yang diberikan, aplikasi akan secara otomatis menyesuaikan antarmuka Codex. Opsi yang tersedia mencakup bidang-bidang profesional yang luas: engineering, product, finance, marketing, sales, operations, data science, design, student, dan pilihan "something else" untuk kategori lainnya. Strategi segmentasi ini menunjukkan upaya OpenAI mengembangkan Codex sebagai aplikasi produktivitas umum, bukan hanya sebagai alat coding berbasis AI.
Ekspansi dari Desktop ke Mobile
Pengembangan Codex mencerminkan filosofi produk OpenAI yang lebih luas. Dengan membangun fitur-fitur canggih di dalam Codex, aplikasi ChatGPT dapat tetap streamlined dan mudah digunakan, sementara pengguna yang membutuhkan solusi workflow yang lebih powerful dapat beralih ke Codex.
Indikasi terkuat tentang rencana iPhone muncul dari spekulasi bahwa OpenAI sedang mengerjakan fitur remote control Codex dari aplikasi ChatGPT. Jika terbukti, membawa versi Codex ke iOS akan secara signifikan memperluas jangkauan produk ini di luar ekosistem desktop. Langkah ini akan menjadikan Codex aplikasi iOS ketiga OpenAI, menyusul Sora—aplikasi generasi video yang pernah ada sebelum dihentikan pada Maret lalu.
Fitur Canggih untuk Pengguna Mac
Sebelum meluncur di iPhone, Codex telah menerima peningkatan signifikan untuk pengguna Mac. Di awal bulan ini, Codex mendapatkan kemampuan baru: menjalankan aplikasi di Mac tanpa mengambil alih cursor. Artinya, pengguna dapat membiarkan Codex menjalankan tugas di latar belakang sambil tetap dapat menggunakan mesin mereka secara normal—fitur yang sangat praktis untuk produktivitas multitasking.
Ekosistem Produk yang Terus Berkembang
Momentum pengembangan produk OpenAI tidak berhenti di sini. Sebelumnya, perusahaan meluncurkan paket berlangganan khusus untuk pengguna Codex. OpenAI juga merilis GPT-5.5, meningkatkan kemampuan ChatGPT dan Codex, disertai peluncuran Images 2 untuk generasi gambar.
Mengingat Codex baru tiba di Mac pada Februari, kehadiran aplikasi companion di iPhone tampaknya sudah di depan mata. Jika rencana ini terwujud, pengguna iPhone di Indonesia dan seluruh dunia akan memiliki kontrol yang lebih fleksibel atas workflow automation mereka, mengubah cara mereka bekerja dengan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari.