Pencarian

Menko Pangan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman untuk Petani Sumsel

Jumat, 01 Mei 2026 • 19:23:23 WIB
Menko Pangan Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman untuk Petani Sumsel
Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau stok pupuk subsidi di Palembang, Sumatera Selatan.

Palembang - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan dan menghadiri acara Rembuk Tani di Grand Ballroom PT Pusri Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Zulhas melakukan tanya jawab langsung dengan para petani mengenai ketersediaan pupuk bersubsidi dan harga gabah padi.

Stok Pupuk Terjamin dan Mendapat Diskon

Zulhas menjelaskan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Sumatera Selatan berada dalam kondisi aman dan lancar. Saat ini, harga pupuk bersubsidi mendapat potongan 20 persen atau diskon untuk membantu petani.

"Untuk pupuk alhamdulillah stok lebih dari cukup, bahkan Pusri ekspor ke Australia," kata Zulhas dalam acara tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi pupuk bersubsidi di Sumatera Selatan pada tahun 2026 sebanyak 315 ribu ton dan telah terealisasi sebanyak 129 ribu ton per 30 April 2026. Sementara alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 mencapai 9,84 juta ton dengan stok nasional berada di angka 1,1 juta ton. Khusus untuk stok di Sumatera Selatan per Kamis (30/4/2026) sebanyak 8.100 ton.

Peningkatan Produktivitas Petani Melalui Efisiensi Sistem

Zulhas menyoroti perubahan sistem pengelolaan pupuk yang dilakukan Pupuk Indonesia, dari sistem cost-plus menjadi mark to market. Perubahan ini menghasilkan penghematan signifikan dan dampak positif bagi produktivitas pertanian nasional.

"Karena pupuk aturannya kita potong banyak yang mau kita pangkas, masa pupuk menjadi lancar. Dulu pupuk 6 juta satu tahun sekarang bisa terserap 9 juta. Dulu pupuk datang setelah panen, sekarang pupuk datang sebelum tanam, dampaknya produksi petani kita naik 8 persen dari peningkatan pupuk saja," ujar Zulhas. Dia juga mengapresiasi terobosan Pupuk Indonesia yang berhasil menghemat 20 persen dan mampu membangun 7 pabrik baru dalam 5 tahun, salah satunya di Sumatera Selatan.

Indonesia Surplus Beras, Sumsel Berkontribusi Besar

Zulhas juga menyampaikan pencapaian penting di sektor produksi beras. Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand, bahkan mencapai surplus dengan kontribusi besar dari Sumatera Selatan.

"2024 kita impor beras 4,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand, tahun 2025 kita tidak impor beras lagi kita surplus 4,2 juta, sebagai banyak dari Sumsel. Dulu harga gabah 3.500 sekarang sudah 6.500," tutur Zulhas. Peningkatan harga gabah ini mencerminkan peningkatan nilai produksi pertanian di tingkat petani. Kedatangan Zulhas di Palembang juga disambut antusias oleh para petani lokal yang berinteraksi langsung dengan menteri tersebut.

Dengan perbaikan sistem distribusi pupuk dan peningkatan produktivitas pertanian, pemerintah menargetkan Pupuk Indonesia menjadi produsen pupuk yang efisien dalam 5-6 tahun mendatang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia, khususnya Sumatera Selatan.

Bagikan
Sumber: detik.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks