PALEMBANG — Bagi sebagian warga, LRT Palembang mungkin hanya dianggap sebagai alternatif untuk menghindari kemacetan. Padahal, moda transportasi ini menyimpan sejumlah fakta menarik yang membedakannya dari moda kereta lainnya di Tanah Air.
Mulai dari statusnya sebagai LRT pertama di Indonesia hingga makna di balik singkatan namanya, berikut tujuh fakta menarik yang dirangkum dari berbagai sumber.
LRT Palembang tercatat sebagai sistem Light Rail Transit pertama yang beroperasi di Indonesia. Layanan ini mulai melayani penumpang pada Juli 2018, lebih dulu dibandingkan proyek LRT di kota-kota lain. Kehadirannya menjadi salah satu warisan pembangunan infrastruktur untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 sekaligus mengubah wajah transportasi perkotaan di Palembang.
LRT merupakan singkatan dari Light Rail Transit, yang dalam bahasa Indonesia berarti Angkutan Rel Ringan. Meski menggunakan kata light atau "ringan", istilah tersebut bukan berarti ukuran keretanya lebih kecil. Istilah "ringan" justru mengacu pada sistem transportasi rel berkapasitas menengah yang dirancang untuk melayani mobilitas perkotaan secara cepat, efisien, dan ramah lingkungan.
Bagi sebagian masyarakat Sumatera Selatan, LRT sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Moda ini menjadi andalan untuk bepergian, terutama bagi mereka yang ingin menghindari kemacetan di pusat kota Palembang. Selain cepat, tarif yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna.
Pembangunan LRT Palembang tidak lepas dari persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Infrastruktur ini dibangun untuk memudahkan mobilitas para atlet, ofisial, dan penonton selama ajang olahraga multicabang tersebut. Setelah acara usai, LRT terus beroperasi dan kini menjadi aset berharga bagi kota.
Sebagai moda transportasi listrik, LRT Palembang dirancang untuk mengurangi polusi udara dibandingkan kendaraan pribadi. Sistem ini juga dinilai lebih efisien dalam mengangkut penumpang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transportasi massal yang berkelanjutan.
Kehadiran LRT Palembang tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga mengubah pola pergerakan warga. Stasiun-stasiun LRT yang tersebar di titik-titik strategis memudahkan akses ke pusat perbelanjaan, perkantoran, dan kawasan wisata. Dampaknya, mobilitas ekonomi dan sosial di Palembang ikut terdongkrak.
Meski sudah beroperasi lebih dari enam tahun, masih banyak warga yang belum mengetahui secara detail sejarah dan makna di balik moda transportasi ini. Mulai dari statusnya sebagai pionir LRT di Indonesia hingga filosofi di balik namanya, fakta-fakta ini menjadi pengingat bahwa LRT Palembang bukan sekadar alat transportasi, melainkan juga bagian dari sejarah modernisasi infrastruktur Indonesia.