Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Pencegahan LGBT Dipusatkan di Jembatan Ampera Palembang

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 12:35:01 WIB
Parade kebaya dan kain songket digelar di sepanjang Jembatan Ampera, Palembang, untuk memecahkan Rekor MURI.

PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang bersama tokoh masyarakat dan ulama sepakat menggelar dua agenda besar secara bersamaan di kawasan ikonik kota. Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT akan dipusatkan di Jembatan Ampera serta Bundaran Air Mancur (BAM), Minggu (19/7).

Asisten I Setda Kota Palembang Sulaiman Amin menyebut penentuan jadwal menjadi kunci utama karena kedua acara akan mengumpulkan massa dalam jumlah besar di area ikonik Palembang.

Parade Kebaya Sepanjang Jembatan Ampera

Kemegahan Jembatan Ampera akan dihiasi parade busana kebaya dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026. Peserta akan berkebaya dan berkain songket di sepanjang jembatan untuk memecahkan Rekor MURI Dunia.

"Parade berkebaya dan berkain songket di sepanjang Jembatan Ampera untuk memecahkan Rekor MURI Dunia ini menjadi bukti semangat kita dalam membudayakan kebaya dan kain songket di Sumatera Selatan," ujar Sulaiman Amin.

Zikir Akbar dan Khataman Al-Qur'an di Bundaran Air Mancur

Di waktu yang sama, para ulama dan tokoh masyarakat Palembang akan memusatkan kegiatan di Bundaran Air Mancur, tepat di depan Masjid Agung. Acara religi ini dimulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB dengan agenda Khataman Al-Qur'an, zikir, selawat, serta tausiah.

"Pemerintah Kota Palembang bersama tokoh masyarakat dan ulama sepakat menggelar dua agenda besar sekaligus yaitu Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT di dua lokasi tersebut," kata Sulaiman Amin dalam rapat koordinasi persiapan di Palembang, Selasa.

Ulama Dorong Pencegahan LGBT Lewat Edukasi dan Perda

Ulama Palembang Habib Ghasim Alkaf menegaskan langkah edukasi dan pembatasan ini sangat mendesak demi melindungi moral generasi muda. Ia juga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan peraturan daerah tentang larangan perbuatan menyimpang tersebut.

"Kita berdoa supaya negeri kita diselamatkan Allah dari LGBT. Kami juga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Perda tentang larangan perbuatan menyimpang tersebut," kata Habib Ghasim Alkaf.

Kegiatan ini dinilai dapat membawa pesan budaya dan religi yang berjalan beriringan dengan tertib serta toleran di dua lokasi ikonik Palembang.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top