PALEMBANG — BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan di Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Peringatan ini dikeluarkan setelah prakiraan cuaca menunjukkan wilayah Sumsel akan didominasi kondisi cerah berawan dengan suhu udara tinggi dan minimnya potensi hujan signifikan.
BMKG memprakirakan hujan ringan hanya turun di wilayah barat dan tengah Sumsel pada siang hingga sore hari. Daerah yang terdampak meliputi OKU Selatan, OKU, Muara Enim, Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.
Sementara itu, Kota Palembang bersama wilayah dataran rendah seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKI diprakirakan cerah berawan sepanjang hari tanpa potensi hujan.
Di dataran rendah, suhu udara berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–95 persen. Adapun di wilayah dataran tinggi seperti Pagar Alam, Empat Lawang, Lahat, dan OKU Selatan, suhu berada di kisaran 18–33 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 98 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5–25 kilometer per jam. Kombinasi suhu panas dan angin kering ini disebut BMKG sangat mudah memicu munculnya titik api di lahan terbuka.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan lebih berhati-hati saat beraktivitas di area perkebunan maupun lahan terbuka. “Kondisi cuaca panas dan minimnya potensi hujan dapat meningkatkan risiko munculnya titik api,” demikian peringatan dari BMKG.
Masyarakat juga diminta memantau pembaruan cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG, yakni situs web bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial @infocuacasumsel untuk mengantisipasi perubahan cuaca yang cepat.