SUMATERA SELATAN — Kecelakaan yang menimpa Andra ST terjadi di ruas jalan Sukoharjo menuju Solo. Mobil sport impian yang baru dibelinya pada Maret 2026 itu mengalami kerusakan parah hingga bodi terbelah menjadi dua bagian setelah menghantam tiang listrik. Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Ardian, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Mungkin mau jalan-jalan ke arah Solo," ujar Iptu Ardian kepada Kompas TV. Menurut keterangan polisi, Andra kehilangan kendali setelah melewati lampu merah. "Sehingga oleng ke kiri, menabrak tiang," jelasnya. Polisi juga memastikan pengemudi dalam kondisi sadar dan tidak dipengaruhi alkohol saat kejadian.
Andra mengaku bahwa kecelakaan murni disebabkan oleh ban belakang yang kehilangan traksi. "Memang murni kecelakaan tunggal, karena ban belakang mobilnya nyelip, karena memang keceng, respons tinggi, enggak bisa handling," katanya dikutip dari Tribunnews. Ia menambahkan bahwa kecepatan mobil saat itu tidak terlalu tinggi, diperkirakan masih di bawah 100 km/jam.
Kecelakaan ini tidak hanya merusak mobil, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada infrastruktur umum. Tiang listrik milik PLN dan Telkom ikut roboh, serta kaca sebuah minimarket pecah terkena serpihan. Andra dan seorang rekannya yang ikut di dalam mobil sempat dilarikan ke rumah sakit, namun Andra sudah diperbolehkan pulang. Rekannya masih dalam pengawasan dokter.
Kreator gaming berusia 21 tahun ini baru saja membeli McLaren tersebut pada Maret 2026. Ia sempat memamerkan mobil impiannya di media sosial dengan tulisan, "This 21 years old boy has achieved his dream." Unggahan foto-foto Andra berpose bersama mobil sport itu sempat viral dan menuai pujian dari para pengikutnya.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa mobil berperforma tinggi seperti McLaren membutuhkan teknik berkendara yang mumpuni, terutama di kondisi jalan basah. Meski fitur keselamatan dan sistem kontrol traksi sudah canggih, faktor ban dan permukaan jalan tetap menjadi variabel kritis yang tidak bisa diabaikan.