PALEMBANG — Kanwil Kemenag Sumsel memastikan dukungan penuh terhadap Gerakan Literasi Madrasah Sumatera Selatan 2026. Plt Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel Taufiq menyatakan pihaknya akan memfasilitasi program yang digagas oleh Pojok Literasi Madrasah Sumatera Selatan ini.
"Selaku Plt. Kepala Bidang, saya tentu akan mendukung dan memfasilitasi program ini. Kami mengajak para kepala madrasah untuk aktif menulis dengan mengangkat tema yang relevan seputar kegiatan di madrasah," ujarnya di Palembang, Rabu.
Taufiq optimistis program ini berjalan sukses. Menurutnya, potensi intelektual pendidik di Sumsel saat ini berkembang pesat. Mayoritas kepala madrasah dan guru sudah menempuh jenjang pendidikan S2 hingga S3.
Latar belakang akademik itu menjadi modal kuat bagi para pendidik untuk menuangkan ide, makalah, maupun hasil studi ke dalam program gerakan literasi. "Kami mengimbau agar sosialisasi program segera disebarluaskan secara masif ke seluruh madrasah di Sumatera Selatan," tambahnya.
Perwakilan Pojok Literasi Madrasah Sumatera Selatan Ari Mawarni menjelaskan, gerakan ini dirancang sebagai wadah gratis tanpa pungutan biaya bagi para peserta. Ada dua jenis karya yang difasilitasi.
Pertama, artikel ilmiah bidang pendidikan. Karya ini akan diterbitkan dalam Jurnal Paedagogik ber-ISSN. "Gerakan ini mengajak seluruh Kepala Madrasah Negeri dan Swasta mulai dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA se-Sumatera Selatan untuk menulis artikel ilmiah," kata Ari.
Kedua, kisah inspiratif. Pojok Literasi memfasilitasi para guru madrasah untuk menulis cerita mengenai dedikasi, pengalaman mengajar, maupun inovasi pembelajaran. Karya-karya tersebut akan dihimpun dan diterbitkan menjadi buku ber-ISBN dengan judul "Kisah Inspiratif Guru Madrasah Sumatera Selatan".
Mengingat waktu pelaksanaan yang sudah memasuki bulan Juli, Kanwil Kemenag Sumsel meminta agar proses pengumpulan, penyuntingan (editing), hingga pengurusan nomor publikasi resmi segera dirampungkan.
Puncak dari Gerakan Literasi Madrasah Sumatera Selatan ini dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Agenda besar tersebut akan diisi dengan peluncuran (launching) buku kisah inspiratif, yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2026.
"Ini bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi para pendidik di Sumsel," pungkas Ari.