SUMATERA SELATAN — Kekalahan Brasil dari Norwegia di MetLife Stadium, New York, Senin (6/7) dini hari WIB, menyisakan luka dan pertanyaan besar. Salah satunya soal siapa yang seharusnya menjadi algojo penalti ketika tim masih unggul cepat di awal laga.
Vinicius dengan tegas membantah tuduhan bahwa ia enggan mengambil penalti karena tekanan. Ia justru meluruskan bahwa keputusan sepenuhnya ada di tangan pelatih Carlo Ancelotti.
"Pelatih yang memutuskan siapa yang akan mengambil tendangan penalti. Dia memilih Bruno," ucap Vinicius kepada AS.
Winger 24 tahun itu menekankan bahwa dirinya tidak pernah mengutamakan ego pribadi di atas tim. "Saya tidak pernah egois, saya tidak pernah berambisi menjadi pencetak gol terbanyak. Pelatih berpikir Bruno lebih baik dalam mengeksekusi penalti daripada saya, jadi dia memilihnya. Saya tidak pernah menghindar dari tanggung jawab," tegasnya.
Bruno Guimaraes yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Tendangan gelandang Newcastle United itu mampu diantisipasi kiper Norwegia, Orjan Nyland.
Alih-alih menyalahkan, Vinicius justru memberikan dukungan penuh kepada rekannya. "Mengambil tendangan penalti itu adalah keputusan tepat buatnya (Bruno), sayangnya dia gagal. Begitulah sepak bola. Dia harus tetap tegar," kata Vinicius.
"Saya sepenuhnya berada di belakang Bruno. Sangat disayangkan jika dia hanya akan diingat karena tendangan penalti itu," pungkas pemain yang juga menjadi andalan Real Madrid tersebut.
Kegagalan Bruno dari titik putih menjadi titik balik pertandingan. Brasil yang unggul lebih dulu justru kebobolan dua gol balasan dan harus angkat koper lebih awal dari Piala Dunia 2026. Hasil ini memupus harapan Selecao untuk melaju ke perempat final dan kembali berburu gelar juara dunia.