PALEMBANG — Ratu Dewa menegaskan bahwa esensi Idul Adha tidak hanya pada prosesi penyembelihan hewan kurban. Nilai yang lebih fundamental adalah bagaimana warga Palembang belajar ikhlas dan mau berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
"Nilai yang paling penting dari Idul Adha adalah bagaimana kita belajar ikhlas dan mau berbagi. Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ratu Dewa kepada jemaah usai shalat.
Menurutnya, ketulusan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah SWT harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini bertujuan untuk mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan kesediaan berkorban demi kepentingan publik yang lebih luas.
Pelaksanaan Salat Idul Adha di Masjid Agung Palembang dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Imam salat diisi oleh Ustaz Abdul Rasyid Siddiq Al Hafizh, sementara khutbah disampaikan oleh Ki Kgs M. Husni Thamrin. Rangkaian ibadah berlangsung khidmat dan dipadati jemaah hingga ke area halaman masjid.
Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Prima Salam turut hadir dan mengikuti rangkaian shalat berjemaah. Ratu Dewa juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan di fasilitas umum usai pelaksanaan shalat.
Usai menunaikan ibadah, Ratu Dewa bersama Prima Salam menyerahkan secara langsung dua ekor sapi kurban kepada pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang. Hewan kurban tersebut akan disembelih dan dagingnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di wilayah setempat.
Langkah ini menjadi simbol nyata dari ajakan wali kota agar semangat berkurban tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan di sekitar Palembang.