3 Titik Api Karhutla di Muara Enim Berhasil Dipadamkan, BPBD Tingkatkan Patroli dan Sosialisasi ke Masyarakat

Penulis: Faisal Zuber  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 22:44:56 WIB
Tiga titik api karhutla di Muara Enim berhasil dipadamkan dalam satu hari oleh tim gabungan.

MUARA ENIM — Tiga titik api yang terpantau di wilayah Kecamatan Lembak, Gelumbang, dan Lubai berhasil dipadamkan dalam waktu satu hari. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan Manggala Agni bergerak cepat setelah firespot terdeteksi.

“Kalau titik api sampai saat ini baru terpantau tiga titik dan semuanya bisa dipadamkan dalam satu hari oleh tim darat bersama satgas udara,” ujar Abdurrozieq, Selasa (19/5/2026).

Bukan di Lahan Gambut, Pemadaman Lebih Cepat

Abdurrozieq menjelaskan, titik api yang muncul tidak berada di lahan gambut. Hal itu membuat proses pemadaman berjalan lebih cepat dan terkendali. Dugaan sementara, kebakaran terjadi karena aktivitas pembukaan lahan oleh warga.

“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat,” jelasnya.

Jangan Tertukar: Hotspot Belum Tentu Firespot

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung panik saat melihat titik panas (hotspot) di aplikasi pemantau. Sebab, tidak semua hotspot menandakan adanya kebakaran lahan. Firespot baru bisa dipastikan jika benar-benar ada api di lapangan.

“Hotspot belum tentu firespot. Firespot itu memang ada api, biasanya karena masyarakat membuka kebun,” bebernya.

Menurut Abdurrozieq, sejumlah hotspot yang terdeteksi di wilayah Tanjung Agung dan Tanjung Enim justru berasal dari aktivitas pertambangan. Selain itu, flaring pembuangan gas milik Pertamina hingga pantulan panas dari atap seng berukuran besar seperti kandang ayam juga dapat terbaca satelit sebagai hotspot.

Patroli Diperketat, Imbauan ke Perusahaan Diserukan

Untuk mengantisipasi karhutla meluas selama musim kemarau, BPBD Muara Enim bersama TNI, Polri, dan Manggala Agni terus melakukan patroli terpadu. Sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar juga digencarkan.

Pemerintah daerah telah mengimbau perusahaan-perusahaan melalui Dinas Perkebunan maupun surat edaran Bupati Muara Enim untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Abdurrozieq menegaskan, jika terbukti ada perusahaan yang sengaja membakar lahan, aparat penegak hukum akan turun tangan.

“Tak hanya itu, bantuan water bombing juga tidak akan diterjunkan kalau memang itu pembakaran lahan oleh perusahaan,” pungkasnya.

Reporter: Faisal Zuber
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top