BANDUNG — Arief Wibisono, mahasiswa ITB yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Puntang, akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat oleh tim SAR gabungan, Senin (11/5) pagi. Korban teridentifikasi berada di jalur pendakian melalui Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari, setelah sempat keluar dari rute awal sejauh delapan kilometer dari titik masuk.
Kapolsek Pameungpeuk Kompol Dedi membenarkan kabar tersebut. “Alhamdulillah berhasil ditemukan dengan sehat,” ujarnya saat dikonfirmasi di Bandung. Ia menambahkan bahwa mahasiswa tersebut kini telah dibawa oleh petugas ke tempat aman untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung Ade Dian Permana menjelaskan, Arief bersama dua rekannya memulai pendakian pada Sabtu (9/5) menuju Puncak Mega dan tiba sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah beristirahat selama satu jam, rombongan memutuskan turun menuju basecamp Gunung Puntang.
Namun, di tengah perjalanan turun, Arief berjalan lebih dahulu meninggalkan kedua rekannya. Ketika kedua temannya tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB, Arief belum juga muncul. Pencarian mandiri bersama ranger basecamp dilakukan hingga pukul 22.00 WIB, tetapi belum membuahkan hasil.
“Tim dari Kantor SAR Bandung diberangkatkan untuk melaksanakan asesmen dan pencarian bersama unsur SAR gabungan yang telah berada di lokasi,” kata Ade.
Operasi pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan Kantor SAR Bandung, Brimob, dan Tim Ranger Pasir Kuda. Tim diterjunkan dengan dukungan peralatan komunikasi, perlengkapan medis, serta kendaraan evakuasi untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Hingga akhirnya pada pagi hari kedua pencarian, Arief berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, meski sempat tersesat di luar jalur utama. Petugas langsung mengevakuasi dan memberikan penanganan awal sebelum membawanya ke tempat yang lebih aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki, terutama pemula, untuk tidak berjalan sendiri saat turun gunung meskipun jalur dianggap sudah dikenal. Medan Gunung Puntang yang memiliki banyak percabangan jalur kerap membuat pendaki kehilangan arah jika tidak berhati-hati.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Arief Wibisono dilaporkan stabil dan masih dalam pemantauan petugas di posko evakuasi.