Star Labs Systems mulai memasarkan laptop Linux StarFighter setelah melewati proses pengembangan dan penundaan selama bertahun-tahun. Perangkat berperforma tinggi ini hadir dengan opsi prosesor Intel Core Ultra serta AMD Ryzen terbaru untuk menyasar segmen pengguna profesional. Kehadirannya menjadi jawaban atas kebutuhan perangkat keras yang dirancang khusus untuk sistem operasi terbuka di pasar global.
LONDON — Star Labs Systems akhirnya membuka penjualan publik untuk laptop StarFighter setelah menyelesaikan pengiriman pesanan awal bagi para pendukungnya. Laptop ini menonjol karena menggunakan material premium dan dirancang khusus untuk menjalankan sistem operasi Linux secara optimal. Perusahaan membanderol perangkat ini dengan harga mulai dari 1.878 dolar AS atau sekitar Rp 30 juta.
Proyek StarFighter pertama kali diumumkan pada November 2022 dengan target pengiriman awal dalam waktu tiga hingga empat bulan. Namun, tim kecil yang berbasis di lokasi berjarak 30 mil dari London ini menghadapi berbagai kendala manufaktur yang memicu rangkaian penundaan. Masalah pada fasilitas produksi kontrak sempat membuat jadwal pengiriman mundur hingga beberapa kali dari estimasi semula.
Setelah sempat berganti mitra manufaktur dan kembali ke pemasok orisinal, Star Labs Systems baru bisa memenuhi komitmen pengiriman pada awal tahun ini. Penundaan yang mencapai lebih dari satu tahun tersebut sempat menimbulkan keraguan di kalangan komunitas pengguna perangkat keras Linux. Kini, setelah seluruh pesanan awal terpenuhi, StarFighter tersedia bagi pembeli umum melalui situs resmi perusahaan.
Laptop ini hadir dengan layar 16 inci yang memiliki refresh rate tinggi untuk menjamin visual yang halus. Star Labs Systems menyediakan beberapa konfigurasi perangkat keras yang dapat dipilih sesuai kebutuhan beban kerja pengguna.
Meskipun memiliki spesifikasi tinggi, pengguna perlu memperhatikan bahwa memori RAM pada StarFighter menggunakan sistem solder yang tidak dapat ditingkatkan. Namun, perusahaan tetap memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk melakukan upgrade pada modul penyimpanan SSD jika membutuhkan ruang lebih besar di kemudian hari.
Peluncuran StarFighter memperketat persaingan di pasar laptop yang fokus pada ekosistem open-source. Perangkat ini akan bersaing langsung dengan produk dari manufaktur lain seperti Framework, Tuxedo Computers, dan Slimbook yang sudah lebih dulu eksis.
Industri teknologi saat ini dinilai semakin membutuhkan perangkat yang dibangun khusus untuk Linux. Hal ini tidak lepas dari pengaruh industri gaming dan platform Steam yang terus mendorong lebih banyak pengguna untuk beralih ke sistem operasi berbasis terbuka tersebut. StarFighter hadir sebagai opsi bagi pengguna yang menginginkan integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih stabil dibandingkan laptop konvensional.