PALEMBANG — Memasuki puncak musim kemarau, sebagian besar wilayah Sumatera Selatan diprakirakan mengalami cuaca terik dengan suhu maksimum menyentuh 34 derajat Celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kelembapan udara berada di kisaran 44 hingga 98 persen dengan hembusan angin dari arah timur-selatan dengan kecepatan 5-30 kilometer per jam.
Kondisi ini membuat potensi karhutla meningkat signifikan, terutama di area lahan gambut dan semak kering yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena api mudah merambat dan sulit dikendalikan saat angin bertiup kencang.
Wilayah Berpotensi Hujan Ringan Siang hingga Sore
BMKG memprakirakan cuaca pagi hari di Sumsel didominasi cerah berawan. Memasuki siang hingga sore, kondisi berubah menjadi cerah berawan hingga berawan dengan peluang hujan ringan yang hanya terjadi di empat wilayah.
Empat kabupaten/kota yang berpotensi diguyur hujan ringan adalah Muara Enim, OKU Selatan, Pagar Alam, dan Lahat. Sementara pada malam hingga dini hari, seluruh wilayah Sumsel diprakirakan cerah berawan hingga berawan.
Dua Zona Suhu Berbeda: Dataran Rendah dan Tinggi
BMKG memetakan kondisi suhu ke dalam dua zona berdasarkan topografi. Wilayah dataran rendah seperti Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI) diprakirakan memiliki suhu udara 23-34 derajat Celsius.
Adapun wilayah dataran tinggi seperti Pagar Alam, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Lahat, dan OKU Selatan memiliki suhu udara lebih sejuk, yakni 18-33 derajat Celsius. Kelembapan udara di zona ini tercatat 50-98 persen.
Kualitas Udara Berpotensi Memburuk, Warga Diminta Pakai Masker
Ancaman kekeringan dan perubahan kualitas udara menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau ini. Paparan polutan dari asap karhutla dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan.
BMKG menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika terpaksa beraktivitas di luar, gunakan masker dan perbanyak konsumsi air putih. Pantau kondisi kualitas udara secara berkala sebelum keluar rumah.
Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata, segera kurangi paparan asap dan cari pertolongan medis bila keluhan berlanjut.
Cara Pantau Perkembangan Cuaca Terkini
BMKG mengimbau warga memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas, terutama bagi yang berada di wilayah berpotensi hujan ringan serta daerah dengan jarak pandang menurun akibat udara kabur.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui situs resmi bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial resmi @infocuacasumsel. Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer yang cepat.