PALEMBANG — Empat kecamatan di Palembang kini menjadi fokus utama pengawasan karhutla. Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kertapati, Sematang Borang, dan Plaju masuk dalam daftar prioritas karena posisinya yang berada di perbatasan dengan daerah rawan kebakaran lahan di Sumatera Selatan.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palembang sudah diturunkan untuk melakukan pemantauan rutin di titik-titik rawan. Sekda Palembang Aprizal Hasyim menyebut patroli ini bagian dari upaya pencegahan dini agar kebakaran besar tidak terulang.
"Empat kecamatan yang menjadi perhatian utama dalam pencegahan karhutla pada puncak musim kemarau 2026 ini yakni Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kecamatan Kertapati, Kecamatan Sematang Borang, dan Kecamatan Plaju," ujar Aprizal di Palembang, Selasa.
Mengapa Empat Kecamatan Ini Jadi Prioritas?
Lokasi geografis menjadi alasan utama. Keempat kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga yang memiliki riwayat karhutla tinggi. Jika tidak diawasi ketat, api dari luar kota bisa dengan mudah merambat masuk ke wilayah pemukiman dan lahan kosong di Palembang.
Selain patroli darat, upaya ini juga melibatkan pemantauan berkala terhadap titik panas. Tujuannya sederhana: mempercepat waktu respons jika ditemukan indikasi kebakaran, sehingga dampaknya bisa ditekan sebelum meluas.
Ancaman Kesehatan dan Kerusakan Lingkungan
Pencegahan karhutla tidak hanya soal melindungi lahan, tetapi juga kesehatan warga. Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran lahan gambut diketahui dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Aprizal menegaskan, pencegahan dan penanggulangan perlu dilakukan secara optimal. Hal ini untuk menghindari kebakaran besar yang bisa merusak lingkungan serta menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga kota.
"Selain mengoptimalkan petugas BPBD melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan karhutla, kami mengimbau kepada semua warga untuk berpartisipasi menghindari aktivitas yang dapat memicu karhutla," kata dia.
Dukungan Water Bombing dari Provinsi
Di tingkat provinsi, penanganan karhutla juga diperkuat. Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana menyatakan pihaknya telah menyiagakan beberapa unit helikopter pengebom air untuk menjangkau area yang sulit dilalui tim darat.
Langkah ini diambil mengingat tingginya angka kejadian karhutla di Sumatera Selatan. Berdasarkan data BPBD Sumsel, tercatat 575 kejadian kebakaran hutan dan lahan sejak Januari hingga Juli 2026, dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai 664,87 hektare.
"Dengan diintensifkan patroli udara dan darat, diharapkan dapat meminimalkan karhutla dan kabut asap yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan serta berbagai aktivitas masyarakat," kata Iqbal.
Peran Warga dalam Mencegah Titik Api
Keberhasilan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan petugas. Warga diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu api saat musim kemarau.
Dengan kombinasi patroli ketat, dukungan teknologi water bombing, dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Palembang dapat terhindar dari bencana kabut asap pada puncak kemarau tahun ini.