SUMATERA SELATAN — Tempe orek basah jadi lauk andalan banyak keluarga Indonesia karena rasanya manis gurih dan teksturnya lembut. Simak resep lengkap dengan takaran bumbu, cara masak agar tidak kering, plus tips menggoreng tempe supaya bumbu meresap sampai ke dalam.
Sepotong tempe yang digoreng setengah matang lalu dimasak dengan kecap manis dan irisan cabai memang sulit ditolak. Lauk ini cocok disandingkan dengan nasi putih hangat, nasi uduk, atau lontong.
Selain praktis dan ramah kantong, tempe menyimpan kandungan gizi yang jarang dimiliki makanan nabati lain. Karena itu, orek basah bisa jadi pilihan lauk sehari-hari yang tetap menyehatkan.
Dalam 100 gram tempe terkandung sekitar 20 hingga 20,8 gram protein lengkap. Jumlah ini termasuk tinggi untuk ukuran makanan nabati, bahkan disebut melebihi kandungan protein daging sapi.
Tempe juga kaya mineral esensial seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, dan kalium, serta vitamin B12. Kandungan kalsiumnya setara dengan dua pertiga kalsium dalam segelas susu, baik untuk kesehatan tulang dan fungsi saraf.
Sebagai makanan fermentasi, tempe mengandung prebiotik yang membantu menjaga kesehatan pencernaan dan keseimbangan mikrobiota usus. Konsumsi rutin dikaitkan dengan kontrol berat badan, penurunan kolesterol, hingga penurunan tekanan darah.
Siapkan bahan berikut untuk satu papan tempe ukuran sedang, sekitar 250–300 gram.
Proses memasaknya singkat, hanya perlu lima tahap. Kunci utamanya ada di penggorengan tempe yang tidak boleh terlalu kering.
Jangan menggoreng tempe sampai garing. Cukup sampai permukaannya agak kecokelatan, karena tempe yang terlalu kering sulit menyerap bumbu dan teksturnya jadi keras.
Potong tempe dengan ukuran konsisten, entah dadu atau korek api. Potongan seragam membuat tempe matang merata dan bumbu masuk ke setiap bagian.
Air yang dituangkan saat memasak berfungsi melarutkan bumbu agar tempe menyerap rasa lebih baik. Masak hingga air menyusut untuk mendapatkan tekstur basah yang pas, tidak berminyak berlebihan.
Tempe orek basah mengandung kecap manis, garam, dan kaldu bubuk yang cukup tinggi natrium. Untuk anak di bawah dua tahun, sebaiknya sajikan versi tawar dengan bumbu minimal dan tanpa cabai.
Jika ada anggota keluarga yang punya alergi kedelai atau riwayat hipertensi, konsultasikan porsi konsumsinya dengan dokter atau ahli gizi sebelum dijadikan menu harian.
Tempe orek basah buktinya bisa jadi lauk murah, cepat matang, dan tetap bergizi untuk keluarga. Dengan takaran bumbu yang pas dan teknik menggoreng yang tepat, hasilnya lembut, meresap, dan bikin nasi di meja cepat habis.