SUMATERA SELATAN — Perubahan posisi desil di DTSEN tengah jadi pertanyaan banyak keluarga penerima manfaat. Kemensos memastikan pergeseran itu bukan kesalahan sistem, melainkan konsekuensi dari integrasi data BKKBN yang masih berjalan.
Selama verifikasi belum rampung, pemeringkatan kesejahteraan satu keluarga bisa bergerak. Ada warga yang posisinya naik, ada pula yang justru turun dibanding pengecekan sebelumnya.
Desil adalah tingkat kesejahteraan keluarga yang dihitung dari data sosial dan ekonomi. Posisi ini dipakai pemerintah sebagai salah satu dasar menetapkan siapa yang masuk sasaran program bantuan.
Makin rendah posisi desil, makin besar peluang sebuah keluarga dikategorikan sebagai penerima bansos. Karena itu, pergeseran desil bisa langsung berdampak pada status kepesertaan bantuan yang selama ini diterima.
Pemicu utamanya adalah masuknya data dari BKKBN ke dalam DTSEN. Menurut Kemensos, sekitar 12 juta data dari BKKBN masih memerlukan proses verifikasi sebelum sepenuhnya terintegrasi.
Selama verifikasi belum tuntas, pemeringkatan kesejahteraan sebuah keluarga bisa bergeser. Inilah yang membuat sebagian warga melihat posisi desilnya naik, sementara yang lain justru turun dibanding pengecekan sebelumnya.
Masyarakat bisa mengecek data secara mandiri melalui laman resmi cekbansos. Siapkan NIK yang tercantum di KTP sebelum mulai.
Hasil pencarian biasanya memuat profil, tingkatan desil, serta status kepesertaan atau penerimaan bantuan sosial sesuai data yang tersedia di sistem.
Warga yang menemukan data tidak sesuai disarankan tidak panik. Perubahan desil akibat pemutakhiran DTSEN masih mungkin terjadi selama proses verifikasi data BKKBN belum selesai.
Untuk perbaikan data, masyarakat dapat menghubungi dinas sosial setempat atau mengikuti prosedur yang tercantum di laman cekbansos. Informasi lengkap mengenai mekanisme sanggah dan pembaruan data dapat diakses melalui kanal resmi Kemensos.
Kemensos tidak memungut biaya apa pun untuk pengecekan maupun pencairan bansos. Warga diimbau waspada terhadap oknum yang menawarkan jasa "melancarkan" bantuan atau mengubah desil dengan imbalan uang.
Laporkan dugaan pungli atau penipuan ke kanal pengaduan resmi Kemensos, termasuk melalui aplikasi Cek Bansos dan layanan pengaduan di dinas sosial daerah. Simpan bukti percakapan atau transfer jika mengalami hal serupa.