PALEMBANG — Udara kabur diprakirakan masih mendominasi langit Sumatera Selatan sepanjang Minggu, 18 Oktober 2026. BMKG mencatat setidaknya 17 wilayah administratif di provinsi ini berpotensi mengalami kondisi tersebut sepanjang hari.
Imbauan kepada warga disampaikan menyusul prakiraan itu. Mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan memakai masker dan mengurangi durasi paparan.
Wilayah Mana Saja yang Terdampak Udara Kabur?
Prakiraan BMKG mencakup wilayah kabupaten dan kota di Sumsel. Dua di antaranya, Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ilir (OKI), dirinci suhu serta kelembapannya.
- Ogan Komering Ulu (OKU): udara kabur, suhu 25–37 °C, kelembapan 31–85%
- Ogan Komering Ilir (OKI): udara kabur, suhu 24–36 °C, kelembapan 36–96%
Rentang suhu di kedua wilayah itu tergolong tinggi pada siang hari, sementara kelembapan di OKI nyaris menyentuh 100% pada malam hingga dini hari.
Mengapa Udara Kabur Perlu Diwaspadai?
Udara kabur membatasi jarak pandang dan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan. Bagi pengendara, kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di jalan lintas antarkabupaten yang ramai kendaraan berat.
Warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, dan lanjut usia diminta lebih berhati-hati. Aktivitas luar ruang sebaiknya dijadwalkan pada pagi hari ketika kabur belum pekat.
Di Mana Warga Bisa Memantau Perkembangan Cuaca?
BMKG memperbarui prakiraan cuaca harian melalui laman bmkg.go.id. Informasi mencakup kondisi per wilayah, suhu, dan kelembapan yang bisa menjadi acuan sebelum beraktivitas.
Pembaruan itu penting karena kondisi udara kabur bisa berubah cepat, terutama bila dipengaruhi embusan asap atau perubahan arah angin. Warga diimbau mengecek prakiraan terbaru sebelum bepergian jauh.