SUMATERA SELATAN — Toyota Yaris Cross 2025 kini mulai banyak masuk pasar mobil bekas dengan harga di bawah banderol barunya yang Rp351 juta hingga Rp475,9 juta. SUV compact ini tersedia dalam versi bensin dan hybrid, sehingga calon pembeli bisa memilih sesuai kebutuhan harian. Selisih harga tiap unit dipengaruhi tipe, jarak tempuh, kondisi, dan riwayat perawatan.
Sejumlah unit Toyota Yaris Cross 2025 sudah muncul di bursa mobil bekas meski usianya belum genap dua tahun. Kemunculan ini memberi alternatif bagi konsumen yang ingin SUV compact tanpa harus membayar harga penuh seperti saat baru.
Banderol Yaris Cross baru di wilayah Jakarta dan sekitarnya berada di rentang Rp351 juta sampai Rp475,9 juta. Angka itu ditentukan oleh pilihan mesin, tipe, hingga warna premium atau two tone. Di pasar bekas, nilainya bergerak turun mengikuti kondisi masing-masing unit.
Spesifikasi Dasar Toyota Yaris Cross 2025
Yaris Cross 2025 merupakan SUV compact lima penumpang dengan penggerak roda depan (FWD). Tersedia dua pilihan mesin, yakni bensin dan hybrid, yang punya karakter performa serta sistem transmisi berbeda.
Versi bensin memakai mesin 1.496 cc dengan opsi transmisi manual 5-percepatan atau CVT. Sementara tipe hybrid menggabungkan mesin 1.496 cc dengan motor listrik dan baterai lithium-ion, disalurkan lewat transmisi e-CVT.
Dari sisi dimensi, panjangnya 4.310 mm, lebar 1.770 mm, dan tinggi 1.615 mm. Wheelbase mencapai 2.620 mm dengan ground clearance 210 mm. Ukuran itu membuatnya cukup luwes untuk pemakaian dalam kota maupun perjalanan luar kota.
Mesin Hybrid dan Mode Berkendara
Sistem elektrifikasi pada versi hybrid membantu mesin bekerja lebih efisien di berbagai kondisi. Tersedia pula EV Mode yang memungkinkan mobil melaju dengan tenaga listrik pada situasi tertentu.
Untuk pilihan berkendara, sebagian tipe menyediakan mode ECO, Normal, dan Power. Versi hybrid mendapat tambahan EV Mode sebagai pelengkap.
Fitur Keselamatan dan Kenyamanan
Beberapa tipe Yaris Cross sudah dilengkapi Toyota Safety Sense (TSS). Fitur pendukung lain mencakup Blind Spot Monitor, Rear Cross Traffic Alert, dan Panoramic View Monitor.
Kenyamanan kabin ditopang head unit layar sentuh dengan konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto. Sebagian tipe juga memiliki TFT MID 7 inci, kursi pengemudi elektrik, wireless charging, serta power back door dengan kick sensor.
Perbedaan perlengkapan bergantung pada tipe yang dipilih. Karena itu, saat memburu unit bekas, kelengkapan fitur perlu dicek bersamaan dengan kondisi fisik dan riwayat servis.
Tujuh Tipe yang Beredar di Pasaran
Yaris Cross 2025 hadir dalam beberapa tipe bensin dan hybrid. Pembeda utamanya terletak pada mesin, transmisi, fitur keselamatan, serta kelengkapan eksterior dan interior.
- Yaris Cross 1.5 G M/T — tipe termurah, mesin 1.5 liter dengan transmisi manual 5-percepatan, perlengkapan lebih sederhana dibanding tipe S.
- Yaris Cross 1.5 G CVT — basis serupa G M/T, transmisi CVT, lebih praktis untuk lalu lintas padat.
- Yaris Cross 1.5 S CVT TSS — fitur lebih lengkap, salah satu pembedanya Toyota Safety Sense, tampilan kabin lebih tinggi dari G.
- Yaris Cross 1.5 S GR CVT TSS — basis mesin sama dengan S CVT TSS, tampilan eksterior dan interior bernuansa GR Sport.
- Yaris Cross 1.5 S HV CVT TSS — versi hybrid, mesin 1.5 liter dipadukan motor listrik dan e-CVT, plus TSS serta fitur kenyamanan lengkap.
- Yaris Cross 1.5 GR HV CVT TSS — gabungan sistem hybrid dengan sentuhan GR Sport, cocok untuk efisiensi sekaligus tampilan sporty.
Yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Unit Bekas
Harga bekas Yaris Cross 2025 tidak berdiri sendiri. Tipe, kondisi mobil, jarak tempuh, dan riwayat perawatan menjadi penentu utama nilai jual sebuah unit.
Untuk versi hybrid, calon pembeli sebaiknya memeriksa kondisi baterai dan riwayat servis sistem elektrifikasi. Pada tipe bensin, perhatikan kondisi transmisi CVT atau manual serta kelengkapan fitur keselamatan yang memang menjadi pembeda antartipe.
Membandingkan beberapa unit dengan tahun produksi dan tipe sama akan membantu mendapatkan gambaran harga yang wajar. Jangan hanya berpatokan pada angka terendah, karena kondisi mobil tetap faktor paling menentukan.