Pencarian

Karhutla di Sumsel Masih Mengkhawatirkan, Pesawat Water Bombing Tambahan dari Rusia Diterjunkan ke OKI

Selasa, 01 September 2026 • 13:01:31 WIB
Karhutla di Sumsel Masih Mengkhawatirkan, Pesawat Water Bombing Tambahan dari Rusia Diterjunkan ke OKI
Pesawat water bombing tambahan asal Rusia diterjunkan untuk memperkuat pemadaman karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

OKI — Sumatera Selatan mendapat tambahan kekuatan udara untuk memadamkan karhutla yang masih melanda sejumlah daerah. Satu unit pesawat water bombing asal Rusia akan mulai beroperasi pada Selasa (1/9/2026), setelah diumumkan dalam Rapat Terbatas Penanganan Karhutla oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Senin (31/8/2026).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan, hingga Minggu (30/8/2026) malam tercatat 11 titik api tersebar di Sumsel, dan lima di antaranya berada di Kabupaten OKI. Total luas lahan yang terbakar mencapai 64 hektare, dengan 21 hektare di antaranya berada di wilayah OKI.

Enam Kabupaten Terdampak, Baru 17 Hektare yang Padam

Dari total lahan yang terbakar, baru 17 hektare yang berhasil dipadamkan. Rinciannya, 2,5 hektare melalui operasi udara dan 15 hektare lewat operasi darat. Suharyanto menekankan perlunya kombinasi kedua metode tersebut karena lahan gambut sulit dijangkau hanya dari udara.

“Ini sangat penting dan sangat diharapkan,” ujar Suharyanto dalam keterangannya di OKI.

Sumsel saat ini sudah memiliki empat unit water bombing yang dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses jalur darat. Dengan tambahan satu pesawat dari Rusia, kekuatan udara diharapkan semakin optimal.

Gubernur: Jangan Berharap Hujan, Perkuat Pasukan Darat

Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan seluruh pihak agar tidak menunggu hujan alami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan merata baru turun pada Oktober mendatang, sementara bibit-bibit air sudah terdeteksi.

“Pertama, jangan berharap hujan. Kedua, operasi darat sangat penting. Harus memperkuat pasukan darat, caranya dengan memberdayakan warga desa. Usulan satgas darat segera kami nantikan,” tegas Herman Deru.

Pemerintah Provinsi Sumsel meminta pembentukan Satgas Darat di enam kabupaten terdampak dengan melibatkan warga desa. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap dijalankan hingga malam hari untuk membantu kelembapan dan mengantisipasi meluasnya karhutla.

Menteri Kehutanan: September Bulan Perjuangan Sepenuhnya

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut semua sumber daya harus dikerahkan pada September. Ia meminta pengaturan jadwal dan peta perjalanan pasukan darat dibuat jelas agar operasi pemadaman berjalan efektif. “Ini adalah all out work. Apa pun harus dikerjakan, bahkan secara spiritual. Bulan perjuangan kita adalah di bulan September,” tegasnya.

Meski cuaca mendukung pada 1–4 September dengan adanya potensi hujan di wilayah Sumsel, Suharyanto mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah. “Pemadaman api membutuhkan kerja sama semua pihak. Sumsel punya empat water bombing. Jika masih ada yang terbakar, mari berjibaku memadamkannya,” ujarnya.

Pemkab OKI Siapkan Satgas dari 107 Desa Prioritas

Bupati OKI Muchendi Mahzarekki memaparkan kesiapan daerah dalam mendukung operasi ini. Dari 107 desa yang menjadi prioritas penanganan karhutla, Pemkab OKI telah menyiapkan daftar warga yang akan bergabung dalam Satgas Darat sekaligus menerima dukungan stimulus.

BNPB juga mendorong percepatan administrasi bagi petugas di lapangan, termasuk pengajuan uang harian bagi pasukan yang bertugas di Satgas OKI. Dengan kombinasi operasi udara dan darat yang melibatkan warga desa, diharapkan titik api dapat dipadamkan lebih cepat sebelum meluas, terutama di kawasan lahan gambut.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumselsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks