Pencarian

11 dari 37 Hotspot di Sumsel Terkonfirmasi Kebakaran, Menteri Kehutanan Minta Kewaspadaan Tak Turun

Senin, 31 Agustus 2026 • 22:31:47 WIB
11 dari 37 Hotspot di Sumsel Terkonfirmasi Kebakaran, Menteri Kehutanan Minta Kewaspadaan Tak Turun
Petugas pemadaman masih berjibaku mengendalikan 11 titik kebakaran yang terkonfirmasi dari 37 hotspot di Sumatera Selatan.

Dinas terkait di Sumatera Selatan masih berjibaku memadamkan api meski jumlah titik panas (hotspot) terpantau menurun. Dari 37 titik panas berkekuatan tinggi yang terdeteksi satelit, verifikasi lapangan menunjukkan 11 titik benar-benar merupakan fire spot, dan pemerintah menargetkan seluruhnya bisa dikendalikan segera.

PALEMBANG — Pemerintah pusat memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum berakhir. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tren penurunan hotspot di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumsel yang turun dari 39 menjadi 37 titik, tidak menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.

"Hotspot ini bukan berarti tidak ada asap karena naturenya gambut, meski tidak ada api masih ada asapnya," ujarnya di Palembang, Senin (1/9).

Bara di Lahan Gambut Mengancam

Penurunan jumlah titik panas juga terjadi di provinsi lain. Kalimantan Tengah tercatat sempat memiliki 1.116 hotspot dalam dua hari, kini menyisakan sekitar 300 titik setelah penanganan bersama. Kalimantan Barat turun dari sekitar 800 menjadi 400 titik. Sementara Riau dilaporkan nihil hotspot, dan Jambi menyisakan satu titik.

Meski demikian, Menteri Kehutanan mengingatkan kondisi lahan gambut menyimpan bahaya laten. Api yang tak lagi terlihat di permukaan bisa menyisakan bara yang masih membara di bawah tanah. Proses pendinginan dan pembasahan harus dilakukan berulang kali untuk memastikan bara tersebut tidak kembali menjadi titik api.

"Apabila tidak dilakukan pendinginan atau pembasahan intensif yang berkali-kali, berpotensi menjadi fire spot kembali," kata Raja Juli.

Verifikasi Drone dan Helikopter Digunakan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut data hotspot dari satelit tidak otomatis berarti kebakaran. Perlu verifikasi di lapangan menggunakan helikopter dan drone untuk memastikan statusnya. Di Sumatera Selatan, dari 37 hotspot yang terpantau, hasil pemeriksaan menunjukkan 11 titik dikonfirmasi sebagai kebakaran aktif.

Personel dan peralatan pemadaman dikerahkan untuk mengendalikan seluruh fire spot tersebut. Pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan memanfaatkan potensi hujan yang diprakirakan BMKG muncul pada 1–6 September 2026.

"Di bulan September ini kita masih akan berjibaku untuk memadamkan," tegas Suharyanto.

Potensi hujan tersebut diharapkan membantu membasahi lahan kering dan mengurangi kemungkinan bara kembali muncul ke permukaan. Penanganan karhutla dipastikan tetap berjalan intensif sepanjang bulan ini.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks