PALEMBANG — Bukan sekadar angka, indeks ini mencerminkan bagaimana publik menilai arah kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja. Founder BDRC, Fatkurohman, menyebut topik pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi pendorong utama tingginya sentimen positif di Muba.
“Sentimen tertinggi Muba terdapat pada topik pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menempati peluang pekerjaan di daerahnya. Sementara Banyuasin dan Palembang tertinggi pada topik job fair yang diselenggarakan di daerah tersebut,” ungkap Fatkurohman kepada media, baru-baru ini.
Job Fair Jadi Andalan Banyuasin dan Palembang
Berbeda dengan Muba yang fokus pada pemberdayaan tenaga kerja asli daerah, dua wilayah lain justru mendapat respons positif dari penyelenggaraan bursa kerja. Banyuasin dan Palembang sama-sama mencatat sentimen tertinggi pada agenda job fair yang dinilai mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.
Meski ketiga daerah ini mencatatkan kinerja positif, analisis BDRC menemukan satu persoalan struktural yang masih menghambat. Keterbatasan akses informasi mengenai lowongan pekerjaan menjadi catatan tersendiri yang perlu dijawab oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Media Sosial Jadi Pekerjaan Rumah OPD
Fatkurohman menegaskan bahwa persoalan distribusi informasi ini krusial di tengah tingginya angka pencari kerja. Ia mendorong dinas terkait untuk lebih agresif memanfaatkan kanal digital yang sudah menjamur di masyarakat.
“Hal ini menjadi catatan, bagaimana organisasi perangkat daerah (OPD) ini bisa menjawab masalah tersebut dengan memanfaatkan akses informasi media sosial yang semakin menjamur,” ungkapnya.
Analisis BDRC ini dirilis dalam rangka Road To Anniversary Ke-3 yang akan digelar pada September mendatang. Data tersebut diolah dari perbincangan publik dan pemberitaan di Sumsel, menjadikannya salah satu rujukan untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah di bidang ketenagakerjaan.