JAKARTA — Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Kamis (4/6). Berdasarkan data yang dihimpun, harga logam mulia dengan kadar 99,99 persen tersebut kini berada di level Rp 2.759.000 per gram.
Angka itu turun Rp 4.000 dibandingkan dengan harga sebelumnya yang tercatat Rp 2.763.000 per gram. Fluktuasi harga emas Antam di pasar domestik kerap mengikuti pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Harga Buyback Ikut Terkoreksi
Selain harga jual, harga buyback atau harga yang ditetapkan Antam ketika menjual kembali emas batangan juga mengalami penyesuaian. Buyback hari ini tercatat sebesar Rp 2.519.000 per gram, turun Rp 4.000 dari posisi sebelumnya.
Selisih antara harga jual dan harga buyback ini merupakan biaya yang harus diperhitungkan oleh investor. Bagi yang berencana menjual emas batangan, harga buyback menjadi acuan utama untuk menghitung potensi keuntungan atau kerugian.
Daftar Harga Emas Antam untuk Pecahan Tertentu
Antam juga menetapkan harga untuk berbagai pecahan emas batangan lainnya. Berikut rincian harga untuk beberapa pecahan yang umum dicari masyarakat:
- Pecahan 0,5 gram: Rp 1.429.500
- Pecahan 2 gram: Rp 5.458.000
- Pecahan 5 gram: Rp 13.395.000
- Pecahan 10 gram: Rp 26.735.000
- Pecahan 25 gram: Rp 66.587.000
- Pecahan 50 gram: Rp 133.095.000
- Pecahan 100 gram: Rp 266.112.000
Harga-harga tersebut belum termasuk pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk pembelian emas batangan, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP, dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP.
Faktor Pergerakan Harga Emas
Penurunan harga emas hari ini sejalan dengan tren harga emas dunia yang terkoreksi dalam beberapa hari terakhir. Pasar tengah mencermati data ekonomi Amerika Serikat yang mempengaruhi ekspektasi suku bunga acuan The Federal Reserve.
Bagi investor ritel di Indonesia, momen penurunan harga kerap dimanfaatkan untuk menambah kepemilikan emas sebagai aset lindung nilai. Sebaliknya, bagi yang ingin merealisasikan keuntungan, fluktuasi harga perlu dicermati agar tidak menjual saat harga buyback sedang rendah.