SUMATERA SELATAN — Pencipta serial Oz, Tom Fontana, dikonfirmasi akan menjadi kreator sekaligus showrunner drama Vatikan berjudul The Devil's Business untuk Fabel Entertainment. Serial ini diadaptasi dari novel Emanuele Midolo yang baru akan terbit lewat Century pada Juni 2028. Fabel Entertainment memimpin pengembangan proyek dan akan memproduksinya bersama Picomedia, perusahaan asal Italia di bawah naungan Fremantle.
Novel The Devil's Business berpusat pada Archbishop Paul Marcinkus, rohaniwan asal Amerika yang mendapat julukan "The Pope's Bodyguard". Kisahnya dimulai saat ia menjadi pengawal tidak resmi Paus Paulus VI hingga kemudian memimpin keuangan Vatikan.
Serialnya akan mengambil latar dekade 1980-an. Menurut keterangan resmi yang dikutip Variety, Marcinkus disebut "memegang kekuasaan luar biasa pada era skandal mengejutkan yang melibatkan penggelapan, pencucian uang, penculikan, racun, dan dugaan bunuh diri yang direkayasa".
Marcinkus dikenal kerap melontarkan kalimat, "You can't run the Church on Hail Marys." Frase itu menjadi salah satu penanda karakternya yang pragmatis dan kontroversial.
Fontana mengaku sudah lama menyimpan keinginan mengangkat kisah ini ke layar. Baginya, buku Midolo membuka sudut pandang baru terhadap sosok Marcinkus.
"I've wanted to tell this story for decades. I love this world, and Emanuele's book has given us a new window into Marcinkus. I'm grateful for the chance to finally bring to life a complex man who lives in the grey area between sinner and saint. His is a cautionary tale for our swiftly changing times," ujar Fontana.
Henrik Bastin, CEO Fabel Entertainment, menyebut keputusan mereka cepat diambil. Sepuluh halaman pertama proposal buku sudah cukup meyakinkan timnya bahwa kisah ini layak difilmkan.
"Ten pages into Manu's book proposal, we knew we wanted to make this series. In a way it's a very American story — rising from the top from humble beginnings — only this time, the setting is the Vatican and the man is doing the Pope's dirty work. Tom Fontana was our first and last call," kata Bastin.
Pengembangan serial ini melibatkan dua rumah produksi dari dua benua. Fabel Entertainment yang berbasis di Amerika Serikat menggandeng Picomedia, perusahaan Italia bagian dari Fremantle.
Roberto Sessa, Founder & CEO Picomedia, menilai kisah Marcinkus punya daya tarik internasional meski akarnya sangat Italia. Menurutnya, cerita ini menyentuh babak sejarah Italia yang masih menyisakan pertanyaan sulit.
"Marcinkus was an American, but his story takes us deep into a chapter of Italian history that still raises difficult questions. It's a story with international reach and very Italian roots," ujar Sessa.
Midolo menyambut antusias kerja sama dengan Fontana. Ia mengaku penggemar Oz sejak usia sekitar 10 tahun, sehingga proyek ini terasa seperti mimpi yang jadi kenyataan.
Menurut Midolo, Marcinkus adalah figur nyata yang jauh lebih dramatis daripada para kardinal fiksi di film Conclave. "The archbishop at the heart of this true story, Paul Marcinkus, was a larger-than-life figure who makes the fictional cardinals of 'Conclave' look like innocent schoolboys. I can't wait to see him in action," katanya.
Novel The Devil's Business dijadwalkan terbit lewat Century pada Juni 2028. Belum ada informasi soal tanggal tayang maupun platform distribusi serialnya.
Midolo sendiri merupakan koresponden investigasi award-winning di tim Insight, The Sunday Times. Laporannya pernah memicu pengunduran diri politisi di Inggris serta masuk nominasi Scoop of the Year dan Investigation of the Year dari U.K. Society of Editors.
Di jajaran agensi, Midolo diwakili Eugenie Furniss di 42. Raffaella De Angelis, head of literary acquisitions global drama Fremantle, memimpin akuisisi hak buku untuk Fabel Entertainment. Fontana diwakili UTA, sementara Fabel Entertainment diwakili CAA.
Drama bertema intrik Vatikan memang punya pasar setia, terutama setelah Conclave menyedot perhatian penonton global. Kombinasi nama Fontana dan kisah nyata Marcinkus membuat The Devil's Business layak masuk daftar pantau penggemar serial politik-religius.