Telkom Percepat Buyback Saham hingga Rp 4 Triliun, Sisa Kas Rp 3 T

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:05:01 WIB
Ilustrasi: PT Telkom Indonesia mempercepat pelaksanaan buyback saham dengan pagu maksimal Rp 4 triliun.

SUMATERA SELATAN — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempercepat pelaksanaan buyback saham dengan pagu maksimal Rp 4 triliun, memanfaatkan sisa alokasi lebih dari Rp 3 triliun per 19 Oktober 2026. Langkah ini diambil untuk menopang nilai jangka panjang pemegang saham di tengah transformasi TLKM 30.

Paragraf pembuka: Percepatan buyback sudah mendapat restu lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 8 Juni lalu. Periode pelaksanaannya berjalan 12 bulan, sejak 9 Juni 2026 sampai 8 Juni 2027, sehingga manajemen punya ruang cukup untuk mengeksekusi pembelian di pasar sesuai kondisi yang menguntungkan.

Berapa Sisa Alokasi yang Belum Terpakai

Dari pagu Rp 4 triliun, Telkom masih memegang sisa alokasi di atas Rp 3 triliun per Senin (19/10). Artinya, sebagian buyback sudah dieksekusi dalam beberapa bulan pertama periode berjalan, dan percepatan ini akan memakai sisa ruang tersebut.

Penentuan waktu dan besaran pembelian tidak dilakukan sembarangan. Manajemen mempertimbangkan kondisi pasar, posisi kas perseroan, serta kebutuhan operasional dan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Alasan Manajemen Ambil Langkah Ini

Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menegaskan evaluasi buyback tetap mengedepankan disiplin alokasi modal. Manajemen meyakini fundamental bisnis perseroan solid dan prospek jangka panjangnya masih menarik.

"Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai Perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan," ujar Nanang dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Strategi TLKM 30 menjadi kerangka besar yang menaungi berbagai inisiatif perseroan, termasuk percepatan buyback. Program ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi bisnis di seluruh lini TelkomGroup.

Dananya dari Kas Internal, Bukan Utang

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo, memastikan buyback dibiayai dari kas internal. Keputusan itu mempertimbangkan prioritas alokasi modal dan ketersediaan arus kas yang solid.

Pelaksanaannya juga memperhatikan kebutuhan likuiditas agar fleksibilitas keuangan perseroan tetap terjaga. Tidak ada indikasi penggunaan utang baru untuk membiayai pembelian saham ini.

"Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan," pungkas Angelo.

Kaitan dengan Transisi ke Strategic Holding

Percepatan buyback berjalan seiring transisi Telkom menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Dalam skema ini, Telkom berperan sebagai induk yang mengatur portofolio, sementara anak-anak usaha bergerak sebagai operator bisnis.

Telkom tengah mengakselerasi penataan portofolio dan efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional. Inisiatif tersebut diarahkan memperkuat margin EBITDA dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan sebagai fondasi penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Penutup: Bagi investor, percepatan buyback menjadi sinyal bahwa manajemen menilai harga saham perseroan belum mencerminkan nilai sebenarnya. Eksekusinya tetap bergantung pada kondisi pasar hingga Juni 2027, dengan kas internal sebagai sumber dana utama.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top