Pertamina EP Bor Sumur GNK-114 Prabumulih, Produksi 2.955 BOPD

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Senin, 28 September 2026 | 15:03:01 WIB
Sumur pengembangan GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Prabumulih, selesai dibor hingga kedalaman 1.885 meter.

SUMATERA SELATAN — PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan GNK-114 di Struktur Gunung Kemala, Field Prabumulih, Sumatera Selatan, dengan hasil uji produksi sementara 2.955 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,45 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Sumur ini menjadi penopang produksi wilayah kerja Prabumulih sekaligus membuktikan potensi lapisan reservoir di struktur tersebut.

Sumur GNK-114 atau GNK-PD80 mulai ditajak pada 13 Juli 2026 dan rampung 27 September 2026. Setelah pengeboran selesai, sumur langsung menjalani uji produksi atau long string untuk mengukur kemampuan alirnya. Hasil sementara menunjukkan sumur mengalir secara natural open flow pada lapisan TAF-K1.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut produksi tersebut berasal dari lapisan Layer K yang memiliki tekanan reservoir cukup baik. Lokasi sumur berada di sebelah barat laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

"GNK-114 berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara mencapai 2.955 BOPD dan 1,45 MMSCFD, mengalir secara natural open flow pada lapisan TAF-K1," kata Djoko dalam keterangannya, Senin (28/9).

Pengeboran Berarah hingga Kedalaman 1.885 Meter

Sumur GNK-114 dibor secara directional atau berarah memakai Rig PDSI #41.3/N110-UE. Pengeboran menembus hingga kedalaman akhir 1.885 meter measured depth (mMD) atau 1.884,66 meter true vertical depth (mTVD).

Total waktu yang dibutuhkan untuk fase pengeboran dan uji produksi mencapai 36 hari, terhitung hingga 27 September 2026. Metode pengeboran berarah dipilih untuk menjangkau target reservoir yang tidak berada tepat di bawah titik tajak.

"Sumur ini dibor secara directional hingga kedalaman akhir 1.885 mMD atau 1.884,66 mTVD, dengan total waktu 36 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga 27 September 2026," ujar Djoko.

Biaya Baru Terpakai 68 Persen dari Anggaran

Dari sisi pembiayaan, field estimate mencatat biaya yang sudah dikeluarkan untuk sumur GNK-114 mencapai US$5,895 juta. Angka itu setara 68,43 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui, sehingga masih tersisa ruang anggaran untuk tahap lanjutan.

Pelaksanaan kegiatan di sumur ini juga mencatatkan 50.616 safe man hours sejak pertama kali ditajak. Capaian tersebut diraih dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) serta operational excellence.

Dampak ke Produksi Prabumulih

Keberhasilan GNK-114 menambah kontribusi produksi dari wilayah kerja Prabumulih. Sumur ini juga menunjukkan potensi produksi dari pengembangan lapisan reservoir di Struktur Gunung Kemala, yang selama ini menjadi salah satu andalan Pertamina EP Asset 2.

Bagi Pertamina, penambahan produksi dari sumur pengembangan seperti GNK-114 menjadi salah satu cara menahan laju penurunan alamiah (natural decline) pada lapangan-lapangan tua di Sumatera Selatan. Wilayah Prabumulih sendiri sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra produksi minyak dan gas di koridor Sumatera bagian selatan.

Hasil uji produksi ini masih bersifat sementara. Angka final akan ditentukan setelah sumur dipasang fasilitas produksi permanen dan dialirkan ke sistem pengumpulan yang ada di Field Prabumulih.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top