PRABUMULIH — Pelukan erat Medriwati (46) dan putra keduanya, Alifta Rido (17), menjadi salah satu pemandangan paling mengharukan di akhir upacara penutupan PLCLP 2026. Medriwati tak kuasa menahan haru melihat Alifta, satu-satunya anak laki-laki di keluarga mereka, berhasil menyandang sertifikat rigger setelah menjalani pelatihan yang difasilitasi PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.
“Alhamdulillah, saya sangat bangga Alif bisa selesai dan mendapatkan sertifikat. Dia ini harapan keluarga, semoga jalannya terbuka setelah lulus pelatihan ini,” ucap Medriwati dengan mata berkaca-kaca. Ia berharap putranya bisa berkarier di perusahaan migas di Muara Enim.
Alifta baru saja lulus dari SMK jurusan pengelasan sebelum mendaftar PLCLP 2026. Pemuda asal Muara Enim itu mengaku pelatihan yang diberikan langsung oleh praktisi rigger terbaik membuatnya makin percaya diri. “Saya sangat senang bisa membuat bangga orang tua. Setelah ini saya mau melamar kerja di perusahaan-perusahaan migas dengan sertifikat yang sudah didapat,” ujarnya.
Di kelas teknisi montir sepeda motor, Muflihati Zakia (20) alias Caca menjadi satu-satunya peserta perempuan. Lulusan SMK YPS Prabumulih jurusan Teknik Bisnis Sepeda Motor itu lulus dengan baik dan mengaku pelatihan yang diberikan sangat komprehensif. “Rencananya saya mau buka bengkel sendiri, kebetulan kan sudah diberikan modal kerja berupa alat-alat dari PHR Zona 4. Tinggal mengumpulkan modal sedikit lagi dan rekan untuk mengelolanya,” ucap Caca.
Amru Salam (44), wartawan MediaPagi.com Palembang sejak 2018, menjadi satu dari tiga peserta terbaik PLCLP 2026. Ia mengikuti kelas jurnalistik dan mengaku mendapatkan banyak ilmu baru, terutama teknik fotografi dan videografi yang diajarkan langsung oleh jurnalis foto Antara Nova Wahyudi serta jurnalis iNews Tv Berrie Brima. “Saya ada keinginan untuk menyebarkan ilmu jurnalistik ini ke anak-anak muda di sekitar lingkungan saya,” kata Amru.
General Manager PHR Zona 4 Djudjuwanto dalam pidato penutupan berpesan agar para alumni tidak cepat puas. “Pulanglah dengan kepala tegak, tetapi tetap rendah hati. Bawalah pengalaman ini sebagai bekal untuk melangkah lebih baik,” ujarnya. Ia juga meminta para peserta membagikan ilmu yang didapat kepada masyarakat di sekitarnya.
PLCLP 2026 merupakan tahun kedua penyelenggaraan program ini. Jumlah peserta meningkat dari 75 orang pada 2025 menjadi 100 orang tahun ini. Kelima kelas pelatihan yang disediakan meliputi operator keselamatan dan kesehatan kerja (K3), rigger, teknisi AC residential, teknisi montir sepeda motor, dan jurnalistik.
Program terselenggara berkat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kodam II/Sriwijaya, Polda Sumatera Selatan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Batalyon Zeni Tempur 2/Samara Grawira, serta forkopimda tingkat kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Alumni PLCLP 2025 dilaporkan banyak yang sudah bekerja dan membuka usaha.