MUARA ENIM — Sejumlah sampah plastik, botol bekas, hingga limbah domestik yang menggunung di bantaran Sungai Lematang mulai dibersihkan secara gotong royong. Aksi ini melibatkan puluhan relawan dari PT TeL, aparatur Kecamatan Empat Petulai Dangku, dan warga Desa Kuripan.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini merupakan respons dari hasil survei lapangan tim CSR PT TeL. Berdasarkan pemantauan, tinggi muka air Sungai Lematang mengalami penurunan yang menyebabkan berbagai jenis sampah yang sebelumnya terbawa arus kini terlihat jelas menumpuk di sepanjang bantaran.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelestarian lingkungan, estetika kawasan, serta berpotensi menghambat kelancaran aliran sungai jika tidak segera ditangani.
Perwakilan Manajemen PT TeL, Ahmad Faisol selaku Kepala Divisi Corporate Affairs, turun langsung bersama tim CSR. Mereka bergabung dengan Camat Empat Petulai Dangku, Helman Agus, serta Kepala Desa Kuripan, Yonsoni, beserta perangkat desa dan masyarakat setempat.
Mereka bersama-sama memungut dan mengangkut sampah yang menumpuk di sepanjang tepian sungai. Aksi bersih-bersih ini tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan menyisir beberapa ruas bantaran yang dinilai kritis.
Pembersihan bantaran sungai ini memang tidak bisa hanya sekali pembersihan kali ini saja, namun butuh kerjasama masyarakat sekitar setiap harinya, sehingga bisa menciptakan bantaran sungai yang bersih.
Melalui kegiatan ini, PT TeL berharap dapat membangun budaya hidup bersih dan kesadaran kolektif warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Aksi ini dinilai sebagai sarana edukasi langsung bagi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan.