PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memetakan sejumlah SPBU yang dinilai perlu mengoptimalkan jam operasional untuk mengurai kepadatan kendaraan yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah itu termasuk mewajibkan belasan SPBU penyalur solar subsidi beroperasi selama 24 jam.
Herman Deru mengakui antrean belum sepenuhnya hilang. Dua titik yang masih menjadi perhatian adalah SPBU CGC yang melayani kendaraan menuju luar Kota Palembang dan SPBU Musi II yang menjadi pintu masuk kendaraan dari arah sebaliknya.
"Kami sudah memetakan SPBU yang perlu memperpanjang jam buka. Ini bagian dari penyesuaian pola penyaluran agar warga tidak lagi mengantre berjam-jam," ujar Herman Deru, Rabu (16/7), dikutip dari AntaraSumsel.
Pengawasan diperketat melalui inspeksi mendadak (sidak) gabungan yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Pemerintah Provinsi Sumsel, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), serta aparat penegak hukum. Sidak dilakukan di sejumlah SPBU di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Ogan Ilir.
Di wilayah Kayuagung, sidak berlangsung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten OKI. Tim gabungan memeriksa ketersediaan stok BBM, kualitas pelayanan, serta pelaksanaan Program Subsidi Tepat, termasuk verifikasi konsumen sesuai ketentuan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Alexander Susilo memastikan pasokan BBM di Sumatera Selatan dalam kondisi mencukupi dan penyalurannya sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kami mengapresiasi sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam melakukan pengawasan penyaluran BBM subsidi. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan subsidi energi tepat sasaran serta pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," kata Alexander.
Herman Deru menilai pengawasan yang diperketat mulai menunjukkan hasil, termasuk berkurangnya praktik penyalahgunaan BBM subsidi. Pemerintah mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan dugaan pelanggaran agar segera ditindaklanjuti.
Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan optimalisasi alokasi BBM di 13 SPBU di wilayahnya mulai mampu mengurai antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta pengelola SPBU segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian apabila antrean kembali terjadi, agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.