Bank Sampah Graha Pena dan LDII Sumsel Jalin Sinergi Kelola Sampah, Targetkan Sekolah Adiwiyata di Palembang

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:24:01 WIB
Tim Bank Sampah Graha Pena dan DPW LDII Sumsel menandatangani kesepakatan kerja sama pengelolaan sampah di kantor DPW LDII Sumsel, Jumat pekan lalu.

PALEMBANG — Kolaborasi pengelolaan sampah antara komunitas pegiat lingkungan dan organisasi keagamaan mulai terbangun di Sumatera Selatan. Bank Sampah Graha Pena dan DPW LDII Sumsel sepakat menjalankan program kebersihan lingkungan yang menyasar kompleks pendidikan dan peribadatan.

Kesepakatan itu dihasilkan dalam silaturahmi yang digelar di kantor DPW LDII Sumsel pada Jumat pekan lalu. Kedua pihak membahas teknis pemilahan sampah serta pengangkutan sampah anorganik secara terjadwal.

Langkah Awal: Jemput Sampah Anorganik dari Sekolah dan Masjid

Tim Bank Sampah Graha Pena, Martha Hendratmo, menyatakan pihaknya siap menjemput sampah anorganik yang dikumpulkan oleh para murid dan santri di kompleks kantor LDII Sumsel. “Kami siap bersinergi pada upaya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Martha dalam keterangannya, Rabu (16/7).

Program ini tidak hanya berhenti pada pengangkutan sampah. Martha menambahkan, sinergi ini diharapkan bisa mendorong sekolah-sekolah di bawah naungan LDII Sumsel untuk ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata. “Semoga membawa kebaikan bersama. Baik bagi LDII, para murid dan santri, serta bagi Bank Sampah Graha Pena,” katanya.

Membantu Target Kebersihan Kota Palembang

Martha mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas sosialisasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Tujuan utamanya adalah membantu Pemerintah Kota Palembang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dalam menjaga kawasan Kota Pempek tetap bersih dan nyaman.

Dari sisi LDII, Sekretaris DPW LDII Sumsel, Jusef Imelsa, menyambut baik kerja sama ini. Pihaknya sepakat untuk bersinergi menjaga kebersihan lingkungan sekolah, pesantren, masjid, hingga rumah-rumah di kompleks kantor DPW LDII Sumsel.

Pemilahan Sampah Jadi Kurikulum Praktis bagi Santri

Implementasi program akan dimulai dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Jusef menekankan, kegiatan ini melibatkan para murid dan santri secara langsung. “Sehingga lingkungan benar-benar bisa bersih. Serta, ada pembelajaran juga bagi para peserta didik,” tutupnya.

Langkah ini menjadi contoh konkret kolaborasi komunitas dan organisasi keagamaan dalam menangani persoalan sampah perkotaan. Keterlibatan peserta didik sejak dini diharapkan bisa menanamkan kebiasaan memilah sampah sebagai gaya hidup, bukan sekadar proyek temporer.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: ldii.or.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top