PALEMBANG — Irjen Pol Sandi Nugroho menyerahkan langsung medali dan trofi penghargaan kepada para pemenang Kejuaraan Menembak Piala Kapolda Sumsel Tahun 2026. Acara berlangsung di Lapangan Tembak Batalyon A Pelopor Satbrimobda Sumsel, Rabu (15/7/2026).
Kapolda mengingatkan bahwa predikat juara yang diraih bukanlah titik akhir pencapaian. "Kemenangan di lapangan tembak ini adalah cerminan dari ketenangan jiwa, ketajaman fokus, dan kontrol emosi yang baik. Saya minta, jadikan ketepatan bidikan hari ini sebagai motivasi untuk terus melayani masyarakat dengan presisi, cepat, dan tanpa pamrih," ujarnya dalam keterangan resmi.
Momen penyerahan piala berlangsung meriah, terutama saat pengumuman pemenang kategori Kelas Shot Off tingkat Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel. Kepala Biro Perencanaan (Karorena) Polda Sumsel berhasil merebut juara pertama.
Posisi kedua diraih Kepala Bidang Hukum (Kabidkum) Polda Sumsel. Sementara Kepala Bidang Keuangan (Kabidkeu) Polda Sumsel mengamankan podium sebagai juara ketiga.
Sandi Nugroho menegaskan filosofi kolaborasi yang selalu ia gaungkan. Menurutnya, untuk menghadirkan pelayanan publik yang prima, kepolisian tidak membutuhkan kehebatan individu layaknya 'Superman', melainkan soliditas sebuah 'Super Team'.
"Jika aparatnya kompak, keamanan dan ketertiban di Bumi Sriwijaya pasti akan terjamin," tegas Kapolda.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menambahkan, perlombaan ini sarat makna filosofis bagi institusi. "Ajang ini bukan semata-mata tentang siapa yang paling mahir menarik pelatuk, melainkan tentang melatih kedisiplinan dan fokus tingkat tinggi," kata Kombes Pol Nandang.
Ia menjelaskan, nilai-nilai ketangkasan dari lomba tembak dibutuhkan personel untuk merespons dinamika di lapangan. "Sehingga kita bisa terus memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," sambungnya.
Kemeriahan di Lapangan Tembak Batalyon A Pelopor bukanlah batas akhir perayaan. Apresiasi ini menjadi pemantik semangat pengabdian seluruh personel. Seiring Hari Bhayangkara ke-80, ketepatan bidikan di arena lomba bertransformasi menjadi janji untuk terus hadir, melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat Sumatera Selatan.