PALEMBANG — Komitmen itu disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi panitia PERDICI di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (13/7/2026) pagi. Dalam pertemuan yang membahas persiapan teknis tersebut, gubernur menyebut tingginya intensitas kegiatan ilmiah kedokteran di Sumsel menjadi bukti nyata bahwa Palembang telah menjelma menjadi salah satu destinasi utama pertemuan profesi medis nasional.
“Pemerintah Provinsi Sumsel tentu mendukung penuh kegiatan ini. Saya senang melihat berbagai asosiasi profesi dokter, termasuk spesialis anestesiologi dan terapi intensif, menjadikan Palembang sebagai lokasi kegiatan rutinnya,” ujar Herman Deru. Ia meminta panitia segera berkoordinasi dengan pihak protokol agar seluruh persiapan berjalan maksimal.
PIT ke-17 PERDICI 2026 mengusung tema “Redefining Critical Care: Innovation, Integration, and Impact.” Ketua Panitia Annual Meeting ke-17 PERDICI 2026, Dr. dr. Zulkifli, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), M.Kes., MARS, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ilmiah, tetapi juga wadah strategis mempererat kerja sama antar tenaga kesehatan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tenaga medis, khususnya di bidang anestesiologi dan terapi intensif. Kami sangat mengharapkan kehadiran Bapak Gubernur pada upacara pembukaan nanti,” kata Zulkifli.
Selain pertemuan ilmiah utama, panitia juga akan menyelenggarakan peringatan Hari Sepsis Sedunia ke-14. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya penanganan dini infeksi yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ. Palembang juga akan menjadi tuan rumah Soft Circle Palembang yang pertama, sebuah forum yang dirancang untuk memperkuat jejaring antar dokter spesialis terapi intensif di Indonesia.
Wakil Ketua Panitia, Dr. dr. Mayang Indah Lestari, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), turut hadir dalam audiensi tersebut bersama jajaran panitia lainnya. Pemprov Sumsel berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat mendongkrak citra Palembang sebagai pusat pengembangan ilmu kedokteran di kawasan Sumatera bagian selatan.