SUMATERA SELATAN — Dalam pertemuan tertutup itu, Tony Blair menyampaikan besarnya minat investor global untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek strategis nasional. Rosan yang didampingi COO Danantara Dony Oskaria dan CIO Pandu Sjahrir menegaskan bahwa posisi Danantara kini menjadi jembatan kredibel bagi modal asing.
“Minat tinggi investor yang disampaikan Tony Blair menegaskan bahwa Indonesia berada di radar utama investor global. Kami melihat antusiasme yang sangat besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi kita,” ujar Rosan dalam pernyataan resmi, Kamis (9/7/2026).
Kedatangan Blair bersama Tony Blair Institute for Global Change (TBI) dinilai memperkuat peran Danantara sebagai mitra utama. Pembahasan dalam pertemuan mencakup peluang kolaborasi untuk mempercepat transformasi BUMN, peningkatan investasi, dan pembangunan nasional.
Antusiasme investor yang disampaikan Blair sejalan dengan data realisasi investasi nasional. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut telah menyerap lebih dari 706 ribu tenaga kerja. Angka ini menjadi modal awal yang positif menuju target investasi nasional tahun ini.
“Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional untuk masuk secara efektif. Sentimen pasar sangat positif terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah,” kata Rosan.
Rosan menjelaskan, respons positif investor menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk pembentukan Danantara, mendapat perhatian kuat dari pasar. Danantara akan menjembatani modal internasional dengan proyek-proyek strategis nasional yang berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi.
Selain membahas peningkatan investasi, kedua pihak juga mengeksplorasi peluang kerja sama strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global. “Kunjungan ini kami harapkan akan semakin memperluas kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia dan mempercepat realisasi investasi pada proyek-proyek strategis nasional,” pungkas Rosan.