Cekcok Soal Pulsa Berujung Penembakan Senapan Angin di Palembang, Pelaku Ancam Tembak Kepala Korban

Penulis: Ahmad Syukri  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:32:29 WIB
Pertengkaran soal pulsa di Palembang berujung penembakan menggunakan senapan angin.

PALEMBANG — Pertengkaran soal pembelian kuota pulsa berujung petaka bagi M Fadli (34). Warga Palembang ini harus menerima luka tembak di paha kanan setelah terlibat cekcok dengan seorang pria berinisial B di Jalan Kenari Lorong Kemas, Kamis (9/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

Awal Mula Cekcok: Dari Beli Pulsa Jadi Adu Mulut

Kepada petugas Polrestabes Palembang yang didampingi keluarganya, Fadli menuturkan bahwa pertemuannya dengan B berubah menjadi pertengkaran. Saat itu, pelaku diduga mengeluarkan senapan angin dan mengarahkannya ke tubuh korban.

"Dia langsung mengarahkan senapan ke arah saya sambil berkata, 'Berani tidak aku tembak kau?'. Saat itu saya benar-benar takut," ungkap Fadli.

Upaya Menghindar Berujung Tembakan dari Belakang

Merasa situasi semakin berbahaya, Fadli memilih untuk tidak meladeni pelaku. Ia berusaha meredam emosi dengan alasan hendak membeli kuota pulsa. "Saya bilang baik-baik, 'Sabar dulu, aku mau beli kuota pulsa,' karena saya tidak ingin ribut," katanya.

Namun, niat itu sia-sia. Saat berjalan menjauh, pelaku diduga tetap mengejar dari belakang sambil membawa senapan angin. Belum sempat menyelamatkan diri, terdengar suara letusan. Seketika korban merasakan sakit luar biasa setelah peluru mengenai paha kaki kanannya.

"Saya kaget sekali. Tiba-tiba paha saya terasa sangat sakit. Waktu saya lihat, ternyata sudah kena tembak. Saya benar-benar tidak menyangka dia nekat menembak," tuturnya.

Ancaman Maut Usai Korban Tersungkur

Ironisnya, meski korban sudah tersungkur akibat luka tembak, pelaku diduga masih melontarkan ancaman. "Dia bilang lagi, 'Pergilah, nanti kutembak lagi kepala kau.' Setelah itu dia langsung pergi meninggalkan lokasi," ujar Fadli.

Dalam kondisi terluka, Fadli berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan warga sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Akibat kejadian tersebut, korban masih merasakan nyeri akibat proyektil yang bersarang di paha kanannya dan belum bisa dikeluarkan karena keterbatasan biaya.

Polrestabes Palembang Buru Pelaku

"Saya berharap pelaku segera ditangkap. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan pelaku mempertanggungjawabkan apa yang sudah diperbuat kepada saya," harap Fadli.

Laporan korban telah diterima oleh SPKT Polrestabes Palembang dan akan ditindaklanjuti oleh penyidik Satreskrim. Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Tamia Ramadhany, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut. "Benar, laporan korban sudah kami terima. Selanjutnya laporan tersebut akan kami limpahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top