Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pagar Alam, H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I, memaparkan secara rinci landasan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi pedoman organisasi. Ia menyebutkan bahwa dalam bidang fikih, NU mengikuti mazhab Imam Syafi’i; dalam akidah berpegang pada paham Asy’ariyah dan Maturidiyah yang memadukan akal dan wahyu; serta dalam tasawuf mengacu pada ajaran Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali.
Lebih lanjut, H. Deni menekankan sikap dan jati diri NU yang harus dipegang teguh oleh seluruh pengurus dan anggota. Keempat pilar tersebut adalah Tawassuth (moderat), Tawazun (seimbang), I’tidal (tegak lurus), dan Tasamuh (toleransi). Prinsip-prinsip ini, menurutnya, menjadi fondasi dalam bermasyarakat dan berorganisasi.
Rapat koordinasi juga menjadi forum untuk menyosialisasikan prinsip-prinsip utama Ahlussunnah wal Jamaah. H. Deni Priansyah menyebutkan lima prinsip yang harus diinternalisasi, yaitu As Shidqu (kejujuran), Al Amanah wal Wafa bil’Ahd (dapat dipercaya dan setia pada janji), Al ‘Adalah (keadilan), At Ta’awun (tolong-menolong), dan Al Istiqomah (keteguhan dan konsisten).
Pembahasan ini dinilai krusial untuk menyamakan visi dan misi kepengurusan baru pasca-Konfercab, terutama dalam menghadapi dinamika organisasi ke depan.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam rapat tersebut adalah kesepakatan untuk mengirimkan perwakilan PCNU Kota Pagar Alam ke Muktamar PBNU. Acara puncak organisasi Islam terbesar di Indonesia itu rencananya akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
“Terdiri dari 5 orang sebagai peserta dan beberapa orang pengurus sebagai peninjau,” pungkas H. Deni Priansyah dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026). Langkah ini menjadi salah satu prioritas awal kepengurusan baru untuk memastikan aspirasi warga NU Pagar Alam terwakili di forum nasional.