Air Irigasi Tak Kunjung Mengalir ke Sawah, Petani di Desa Suka Mulya Musi Rawas Hanya Bisa Panen 2 Kali Setahun

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 00:16:01 WIB
Petani Desa Suka Mulya menghadapi kekeringan akibat debit air irigasi Bendung Kelingi yang menurun.

MUSI RAWAS — Debit air dari Bendung Irigasi Kelingi (BK) yang terus berkurang membuat ribuan hektare sawah di Desa Suka Mulya terancam kekeringan. Kepala Desa Suka Mulya, Romyadi, mengungkapkan bahwa air dari bendung hanya mampu mengalir hingga BK 16. Sementara itu, lahan pertanian warga berada di area yang lebih jauh.

“Warga sudah gotong royong membersihkan saluran irigasi dari BK 16 hingga BK 17, tetapi air tetap tidak sampai ke sawah,” ujar Romyadi dalam pertemuan yang dihadiri ratusan warga tersebut.

Dulu Air Mengalir Lancar, Kini Kering Kerontang

Menurut Romyadi, pada tahun 2015 lalu, irigasi dari Bendung Kelingi masih mampu mengalir hingga ke lahan pertanian warga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, suplai air terus menurun drastis hingga akhirnya benar-benar terhenti. Padahal, Desa Suka Mulya merupakan penghasil gabah terbesar kedua di Kabupaten Musi Rawas.

Mayoritas penduduk desa ini menggantungkan hidup sebagai petani padi. Dengan kondisi irigasi yang mati, mereka hanya bisa mengandalkan air hujan yang membuat masa tanam tidak menentu. “Cita-cita petani untuk panen tiga kali setahun tertunda. Saat ini hanya bisa dua kali karena menunggu hujan,” tambah Romyadi.

DPRD Sumsel Tawarkan Sumber Air Alternatif

Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRD Sumsel H Hendra Gunawan memberikan beberapa solusi. Salah satu yang diutamakan adalah mencari sumber air alternatif di luar Bendung Kelingi. “Kami akan mengupayakan sumber dari Bendung Selangit sebagai cadangan,” kata Hendra di hadapan peserta reses.

Reses perorangan masa sidang VI tahun 2026 ini dilaksanakan sejak 3 Juli hingga 10 Juli 2026 di enam titik. Desa Suka Mulya menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi untuk menyerap langsung aspirasi warga. Hendra juga menerima proposal resmi dari masyarakat terkait perbaikan irigasi tersebut.

Petani Berharap Ada Tindak Lanjut Konkret

Warga berharap kunjungan anggota dewan ini tidak sekadar seremonial. Mereka mendesak agar solusi pengairan segera direalisasikan mengingat musim tanam kedua akan segera tiba. “Kami butuh kepastian. Jangan sampai setiap tahun hanya dapat janji,” ujar seorang petani yang hadir dalam acara tersebut.

Hendra Gunawan berjanji akan membawa persoalan ini ke forum yang lebih tinggi di tingkat provinsi. Ia juga meminta Dinas Pertanian dan Pengairan Sumsel untuk segera melakukan kajian teknis terhadap kondisi Bendung Kelingi dan potensi sumber air alternatif di wilayah Sumber Harta.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: linggaupos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top