PALEMBANG — Ambisi Sumsel United untuk menembus Liga 1 musim depan mulai menemukan bentuknya. Klub asal Sumatera Selatan itu resmi memperkenalkan M Nasuha sebagai nahkoda baru tim, menggantikan posisi pelatih musim lalu. Langkah ini diambil manajemen setelah melalui proses seleksi yang disebut berlangsung ketat.
Presiden Sumsel United, Cik Ujang, mengungkapkan bahwa dari tiga kandidat yang masuk dalam pembahasan, Nasuha dinilai paling memenuhi kriteria yang dibutuhkan klub saat ini.
“Kami sudah menemukan sosok pelatih yang tepat dan hari ini memperkenalkannya kepada publik. Dari beberapa kandidat, akhirnya pilihan kami jatuh kepada M Nasuha,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima awak media.
Manajemen tidak hanya menilai kemampuan Nasuha dalam meracik strategi di atas lapangan. Cik Ujang menekankan, faktor komunikasi menjadi salah satu pertimbangan utama. Ia menginginkan figur pelatih yang terbuka dan mampu berdiskusi dengan jajaran manajemen.
“Saya menginginkan pelatih yang terbuka, bisa berdiskusi, menerima masukan, sehingga proses membangun tim berjalan lebih maksimal,” tegas Cik Ujang.
Pengalaman M Nasuha sebagai mantan pemain Timnas Indonesia juga menjadi nilai tambah. Manajemen menilai hal itu penting untuk membangun mental juara di dalam skuad yang mayoritas dihuni pemain muda.
Manajemen Sumsel United memasang target tinggi musim ini. Promosi ke Liga 1 menjadi harga mati yang sudah menjadi komitmen bersama sejak awal pembentukan tim.
“Harapan kami jelas, Sumsel United harus promosi ke Liga 1. Dengan kerja sama seluruh elemen tim, kami optimistis target itu bisa diwujudkan,” sambung Cik Ujang.
Untuk mewujudkannya, manajemen mulai bergerak di bursa transfer. Rencananya, Sumsel United akan mendatangkan pemain asing yang belum pernah merumput di Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan kualitas sekaligus warna baru bagi permainan tim.
Di sisi lain, M Nasuha memastikan pengembangan talenta lokal tetap menjadi prioritas. Ia membuka peluang besar bagi pemain-pemain muda Sumatera Selatan, termasuk jebolan Elite Pro Academy (EPA), untuk menembus skuad utama.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lokal. Mereka memiliki potensi besar dan merupakan aset penting yang harus terus dikembangkan,” kata Nasuha.
Sebagai langkah awal, M Nasuha bersama asisten pelatih Mahyadi akan memimpin latihan perdana untuk membentuk kerangka tim. Evaluasi terhadap skuad musim lalu juga masih terus dilakukan. Sejumlah pemain lama berpeluang dipertahankan apabila dinilai sesuai dengan kebutuhan tim musim depan.