Harga Emas Perhiasan di Palembang Naik Rp50 Ribu per Suku, Cek Rincian di Toko Laris dan Toko Anda

Penulis: Ahmad Syukri  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 15:01:01 WIB
Harga emas perhiasan di Toko Laris Pasar 16 Palembang naik Rp50 ribu per suku pada Rabu (8/7/2026).

PALEMBANG — Harga emas perhiasan di Palembang tercatat naik pada perdagangan hari ini, Rabu (8/7/2026). Kenaikan terjadi di beberapa toko, sementara sebagian lainnya memilih untuk mempertahankan harga.

Kenaikan Rp50 Ribu di Toko Laris Pasar 16

Toko Laris yang berlokasi di Pasar 16 Palembang mencatatkan kenaikan harga sebesar Rp50 ribu per suku. Untuk jenis cincin, harga jual hari ini mencapai Rp14,25 juta per suku.

Sementara itu, untuk perhiasan jenis kalung dan gelang, harga dibanderol Rp100 ribu lebih murah, yakni Rp14,15 juta per suku. Harga tersebut sudah termasuk biaya produksi untuk emas kadar 22 karat atau 92 persen.

Harga di Toko Anda Masih Stabil

Berbeda dengan Toko Laris, harga emas perhiasan di Toko Anda Palembang terpantau stabil hari ini. Toko tersebut masih mempertahankan harga di level Rp14 juta per suku.

Harga itu berlaku untuk semua jenis perhiasan dan sudah termasuk upah penjualan. Selain itu, toko juga memberikan potongan sebesar 4 persen dari harga emas pada hari transaksi.

Apa yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Emas?

Harga emas bersifat dinamis dan bisa berubah kapan saja, bahkan dalam satu hari yang sama. Perubahan ini biasanya dipicu oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta kondisi geopolitik global.

Ketegangan antara negara-negara adidaya seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia kerap menjadi pemicu pergerakan harga emas. Momen seperti ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai berinvestasi, terutama karena harga saat ini belum mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah di Palembang.

Tips Membeli Emas bagi Pemula

Bagi yang baru pertama kali membeli emas, disarankan untuk tidak langsung membeli dalam gramasi besar. Lebih baik memulai dengan pecahan kecil seperti 0,5 gram, 1 gram, atau 2 gram untuk meminimalkan risiko.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumsel.akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top