OGAN ILIR — Penemuan puluhan butir amunisi yang diduga masih aktif menggemparkan warga di Kabupaten Ogan Ilir. Peristiwa itu terjadi di sebuah TPS yang berada di wilayah setempat, saat seorang petugas kebersihan tengah menjalankan rutinitasnya mengangkut sampah.
Surip (35), petugas kebersihan yang menemukan amunisi tersebut, langsung melaporkan temuannya ke pihak berwajib. Ia menemukan benda mencurigakan di antara tumpukan sampah yang akan diangkut.
“Total ada 19 butir amunisi aktif kaliber 5,56 mm yang sudah kita amankan. Selanjutnya, seluruh amunisi dibawa ke Mako Polsek Tanjung Raja sesuai dengan standar operasional prosedur pengamanan amunisi,” ungkap AKP Sondi Fraguna, Selasa (7/7/2026).
Amunisi kaliber 5,56 mm yang ditemukan merupakan jenis peluru yang biasa digunakan untuk senjata laras panjang, seperti senapan serbu. Kondisinya yang masih aktif membuat benda itu sangat berbahaya jika sampai jatuh ke tangan yang salah atau terkena benturan keras.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan serupa. Penanganan amunisi aktif membutuhkan prosedur khusus untuk mencegah ledakan atau kecelakaan.
Pihak kepolisian masih menyelidiki asal-usul puluhan butir amunisi tersebut. Dugaan sementara, amunisi itu sengaja dibuang oleh pemiliknya untuk menghilangkan barang bukti atau karena alasan lain yang belum diketahui.
“Kami akan mendalami apakah amunisi ini terkait dengan tindak pidana tertentu atau hanya barang lama yang dibuang. Saat ini, barang bukti sudah diamankan dan kami tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah AKP Sondi.
Kasus ini menjadi pengingat bagi warga Ogan Ilir dan sekitarnya untuk selalu waspada. Jika menemukan benda mencurigakan, terutama yang menyerupai amunisi atau bahan peledak, warga diminta tidak menyentuhnya dan segera melapor ke aparat terdekat.
Polisi menjamin keamanan TPS tempat penemuan amunisi tersebut. Petugas juga telah melakukan sterilisasi di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang tertinggal di tumpukan sampah.