PALEMBANG — Aksi seorang pemuda membuat petugas jaga Mapolda Sumsel bereaksi cepat. Dai Rizky Hidayat, warga Jalan Letnan Hadin, Kelurahan 20 Ilir D III, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, berlari memasuki kawasan markas sambil membentangkan bendera hijau bertuliskan kalimat tauhid.
Pemuda berkaus putih dan celana hitam itu beberapa kali mengumandangkan takbir saat berlari. Petugas di pintu masuk bergerak cepat dan berhasil mengamankannya sebelum mencapai gedung utama Mapolda pada Senin malam itu.
Saat dimintai keterangan, Dai memberikan alasan yang tidak lazim. Ia mengaku mendapat mimpi setelah melaksanakan Shalat Istikharah sekitar sepekan sebelumnya.
“Saya mimpi, Pak. Seminggu lalu setelah Shalat Istikharah, di mimpi emak saya diejek, lalu saya disuruh buang orang itu ke Etiopia. Jadi saya ke sini mau pinjam helikopter untuk mengantar dia ke Etiopia,” ujar Dai kepada petugas saat diperiksa.
Polisi menyita selembar kertas berisi dua nomor telepon dari barang bawaan Dai. Hingga kini, penyidik masih mendalami keterkaitan nomor tersebut dengan tujuan kedatangannya ke Mapolda Sumsel.
Petugas juga memeriksa seluruh barang bawaan pemuda tersebut untuk memastikan tidak ada benda berbahaya serta mendalami motif di balik aksinya.
Polda Sumsel belum memastikan hubungan antara Dai dengan dua orang yang disebut dalam keterangannya. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Dai Rizky Hidayat untuk mengungkap latar belakang peristiwa tersebut.