Ketua TP PKK Palembang Ajak Orang Tua Jadikan Rumah sebagai Madrasah Pertama Anak di Momen Tahun Baru Islam

Penulis: Ahmad Syukri  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:44:46 WIB
Ketua TP PKK Palembang mengajak orang tua menjadikan rumah sebagai madrasah pertama anak di Tahun Baru Islam.

PALEMBANG — Rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan madrasah pertama bagi setiap anak. Seruan itu kembali digaungkan Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, di tengah perayaan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.

“Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” kata Dewi dalam sambutannya di acara yang dihadiri ratusan warga, Senin lalu.

Muhasabah dan Hijrah di Awal Muharram

Dewi mengajak masyarakat tidak hanya memaknai pergantian penanggalan Islam sebagai seremoni. Ia menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

“Momentum Tahun Baru Islam bukan sekedar pergantian penanggalan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun bermasyarakat,” ujarnya.

Karakter Anak Dibentuk dari Rumah

Menurut Dewi, rumah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang mencintai Al-Quran, menghormati orang tua, serta memiliki semangat gotong royong. Ia mendorong orang tua untuk aktif membangun kebiasaan positif bersama anak sejak usia dini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita diajak untuk semakin mencintai Rasulullah, memperbanyak shalawat, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Santunan kepada anak yatim juga merupakan bentuk nyata kasih sayang yang diajarkan dalam Islam,” ujarnya.

Santunan untuk 250 Anak Yatim Binaan

Dalam kesempatan yang sama, Yayasan Abul Yatama menyalurkan santunan kepada 250 anak yatim piatu binaan. Project Manager The Spectacular of Muharram, Hanna Alijuban, menyebutkan setiap anak menerima uang tunai Rp1.000.000, perlengkapan sekolah, paket alat mandi, makanan ringan, serta paket sembako.

“Ada sebanyak 250 anak yatim yang mendapatkan pembinaan. Bahkan, masih ada sekitar 700 anak yang telah terdata dan menunggu untuk dapat bergabung dalam program yayasan,” ungkap Hanna.

Rumah Asuh untuk Anak Berprestasi Sedang Disiapkan

Hanna menambahkan, program santunan ini tidak berhenti di bulan Muharram. Yayasan juga rutin menggelar kegiatan serupa setiap Ramadhan. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan pembangunan rumah asuh yang akan menjadi pusat pembinaan bagi anak-anak yatim berprestasi di Kota Palembang.

“Program ini diharapkan mampu memberikan pendampingan pendidikan hingga beasiswa ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Hanna.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top