SUMATERA SELATAN — Manajemen Arema FC memenuhi kebutuhan teknis tim dengan merekrut Matheus Lacerda. General Manager Yusrinal Fitriandi menyebut perekrutan ini adalah permintaan langsung pelatih kepala Marcos Santos berdasarkan evaluasi musim lalu.
Yusrinal menjelaskan, peran analis tidak hanya penting untuk persiapan sebelum pertandingan. Saat laga berlangsung, Matheus diharapkan bisa membaca perubahan taktik lawan dan memberikan masukan cepat ke bench pelatih.
"Ini adalah permintaan pelatih kepala untuk menunjang kinerjanya. Berdasarkan evaluasi musim kemarin, kehadiran analis dibutuhkan oleh tim kepelatihan," kata Yusrinal dalam pernyataan resmi klub.
Meski masih berusia 28 tahun, Matheus punya portofolio solid di sepak bola Amerika Latin dan Eropa. Ia mengantongi Lisensi A Analis Performa dari CBF Academy, lembaga pendidikan resmi Federasi Sepak Bola Brasil.
Sebelum ke Malang, Matheus pernah bekerja di klub Brasil seperti Sport Club do Recife, Esporte Clube Vitória, dan Clube Náutico Capibaribe. Ia juga sempat menimba pengalaman di Eropa bersama Abambres Sport Club (Portugal).
Di Arema FC, Matheus akan fokus pada tiga area kerja. Pertama, analisis komprehensif taktik lawan. Kedua, evaluasi performa real-time saat pertandingan. Ketiga, penguatan sistem database scouting untuk perekrutan pemain.
Manajemen Arema FC menilai momentum ini tepat untuk memperkuat fondasi dan struktur tim. "Kami yakin, kehadiran Matheus akan memperkuat fondasi dan struktur tim menghadapi musim ini," tegas Yusrinal.
Matheus menguasai berbagai perangkat lunak analisis mutakhir yang bakal dijadikan bekal untuk kinerjanya bersama Singo Edan.