SUMATERA SELATAN — Catatan aneh menghantui Cristiano Ronaldo di pentas Piala Dunia. Megabintang berusia 41 tahun itu telah mengoleksi 10 gol dalam ajang empat tahunan, tetapi semuanya lahir di fase grup. Dua gol terakhir ia lesakkan ke gawang Uzbekistan pada Piala Dunia 2026, namun saat Portugal melangkah ke babak gugur, papan skor tak pernah bergerak untuknya.
Portugal akan menghadapi Kroasia di babak 32 besar. Laga ini menjadi kesempatan ke-18 bagi Ronaldo untuk memecahkan rekor buruk yang terus membebaninya. Sejak debut pada 2006, ia telah tampil dalam 17 pertandingan fase grup dan 8 laga fase knockout tanpa satu pun gol.
Data Opta menunjukkan Ronaldo telah melepaskan 29 tembakan di fase gugur Piala Dunia tanpa satupun berbuah gol. Jumlah itu menjadi yang terbanyak sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966, menyamai catatan legenda Brasil, Roberto Carlos.
Angka tersebut kontras dengan ketajamannya di klub. Lima gelar Liga Champions dan lima Ballon d'Or membuktikan Ronaldo adalah predator ulung di momen krusial. Namun, Piala Dunia seolah menjadi kutukan tersendiri bagi pemain yang identik dengan rekor dan trofi.
Di usia 41 tahun, Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir Ronaldo memperbaiki catatan ini. Kroasia bukan lawan mudah — finalis Piala Dunia 2018 itu memiliki lini pertahanan yang disiplin. Namun, tekanan justru bisa menjadi bahan bakar bagi pemain yang terbiasa tampil dalam tekanan besar.
Pelatih Portugal diperkirakan akan tetap memasang Ronaldo sebagai starter. Kehadirannya di kotak penalti lawan tetap menjadi ancaman, meski statistik fase gugur terus menjadi momok. Satu gol saja sudah cukup untuk mengubur rekor buruk yang sudah bertahan nyaris dua dekade.
Jika Ronaldo berhasil memecahkan kutukan, kepercayaan diri Portugal bakal melonjak drastis. Tim asuhan Roberto Martinez membutuhkan versi terbaik Ronaldo untuk melaju jauh di turnamen. Sebaliknya, jika kembali gagal, stigma "mandul di fase gugur" akan terus melekat hingga akhir karier internasionalnya.
Laga melawan Kroasia bukan sekadar pertandingan babak 32 besar. Ini adalah panggung terakhir bagi Cristiano Ronaldo untuk membuktikan bahwa rekor 29 tembakan tanpa gol hanyalah kebetulan statistik, bukan kutukan yang abadi.