SUMATERA SELATAN — Microsoft kembali memangkas jajaran perangkat Surface-nya. Berdasarkan laporan Windows Central yang mengutip sumber internal yang mengetahui peta jalan perangkat keras Microsoft, perusahaan asal Redmond itu tidak lagi memproduksi Surface Go 4 dan Surface Laptop Go 3. Kedua perangkat tersebut juga tidak akan mendapatkan penerus.
Surface Go 4, yang merupakan tablet Windows 11 entry-level, terakhir kali hadir khusus untuk lini bisnis Microsoft Surface for Business. Perangkat ini dibanderol USD 579 (sekitar Rp 9,5 juta) dan cukup populer di kalangan pelanggan korporat yang membutuhkan perangkat untuk kerja lapangan. Sementara itu, Surface Laptop Go 3 adalah laptop ringkas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan saudaranya yang lebih besar.
Sumber Windows Central menyebutkan bahwa keputusan untuk menghentikan kedua lini ini sudah diambil sebelum kenaikan harga komponen memori akibat kelangkaan pasokan. Saat ini, stok kedua perangkat tersebut sudah sulit ditemukan di berbagai peritel, meskipun mungkin masih tersedia di beberapa tempat.
Setelah pemangkasan ini, lini Surface hanya menyisakan dua produk utama: Surface Pro dan Surface Laptop. Namun, Microsoft justru memperbanyak variasi ukuran layar pada kedua lini ini. Surface Pro kini hadir dalam varian 12 inci dan 13 inci. Model 12 inci dengan prosesor Snapdragon X Plus dibanderol mulai USD 849 (sekitar Rp 14 juta), yang secara tidak langsung bisa dianggap sebagai pengganti Surface Go, meski harganya jauh lebih mahal.
Di sisi laptop, Surface Laptop tersedia dalam tiga ukuran: 13 inci, 13,8 inci, dan 15 inci. Varian termurah dengan layar 13 inci menggunakan chip yang sama dengan Surface Pro 12 inci dan dibanderol USD 949,99 (sekitar Rp 15,7 juta).
Dalam beberapa tahun terakhir, Microsoft telah menghentikan sejumlah perangkat Surface yang paling ikonik dan eksperimental. Daftar panjang perangkat yang sudah dihentikan meliputi Surface Laptop Studio, Surface Studio desktop, Surface Headphones dan Earbuds, Surface Book, hingga Surface Duo smartphone. Seluruh lini kini telah disederhanakan secara drastis.
Transformasi ini terjadi setelah kepergian Panos Panay, mantan kepala divisi Surface yang dikenal gemar menghadirkan berbagai form faktor unik. Di bawah kepemimpinan baru, pendekatan Microsoft terhadap lini Surface menjadi jauh lebih konservatif dan tidak lagi eksperimental.
Meski memangkas lini entry-level, Microsoft masih memiliki rencana untuk merilis perangkat baru di segmen yang lebih tinggi. Surface Laptop Ultra dijadwalkan hadir akhir tahun ini dengan dukungan GPU Nvidia RTX Spark. Selain itu, ada juga Surface Dev Box yang menyasar para developer, meskipun produk ini tidak ditujukan untuk konsumen umum.
Hingga berita ini diturunkan, Microsoft belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi dari Tom's Hardware. Perwakilan Microsoft hanya mengarahkan Windows Central ke situs resmi Surface, yang saat ini tidak lagi menampilkan halaman untuk Surface Go maupun Surface Laptop Go.
Bagi pengguna Indonesia yang masih mencari Surface Go 4 atau Surface Laptop Go 3, opsi terbaik saat ini adalah memeriksa stok di peritel atau marketplace yang masih mungkin menyimpan unit lama. Namun, dengan dihentikannya produksi, layanan purna jual dan ketersediaan aksesori resmi untuk kedua lini ini kemungkinan akan semakin terbatas ke depannya.