OGAN ILIR — Mahasiswa PBL Kelompok 25 FKM Unsri Sumatera Selatan mengajak warga Desa Arisan Deras untuk mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi memilah dan mengolahnya. Edukasi ini menyasar pemahaman teknis dasar: membedakan sampah organik dan anorganik sejak dari dapur rumah tangga.
Ketua PBL Kelompok 25 FKM Unsri, M Riyan Adha, mengatakan bahwa timnya tidak hanya memberikan penyuluhan satu arah. Mereka membangun Papan Sanitasi permanen yang memvisualisasikan teknik 3R agar bisa dipelajari warga kapan saja.
"Kami mengedukasi warga tentang teknik pemilahan yang benar agar pengelolaan sampah di desa ini berjalan efektif. Melalui Papan Sanitasi permanen yang kami bangun, visualisasi teknik 3R dapat dipelajari secara mandiri oleh warga setiap hari," ujarnya di Palembang, Selasa.
Selain edukasi, mahasiswa juga menginstalasi tempat sampah pilah di sejumlah lokasi strategis. Langkah ini untuk memastikan warga langsung mempraktikkan pemilahan limbah rumah tangga berdasarkan karakteristiknya: organik dan anorganik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi akademis untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6. Targetnya adalah perbaikan akses sanitasi layak dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat desa.
Sosialisasi diikuti oleh perangkat desa dan perwakilan warga. Mereka tampak antusias memahami tata cara mereduksi sampah dari dapur rumah tangga. Metode 3R yang diajarkan diharapkan menjadi solusi nyata menekan volume pembuangan sampah domestik yang selama ini menjadi masalah di banyak desa.