PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Ia ingin kompetisi ini menjadi "kawah candradimuka" bagi pesepak bola masa depan dari Bumi Sriwijaya.
"Kita ingin pemain masa depan Indonesia lahir dari kompetisi yang ketat dan fair. Melalui Piala Gubernur U15 ini, setiap pemain akan dinilai berdasarkan kemampuan dan rekam jejaknya di lapangan, bukan karena rekomendasi atau faktor lainnya," tegas Herman Deru saat pembukaan.
Turnamen U-15 akan berlangsung hingga 4 Juli 2026. Seluruh pertandingan digelar di dua lokasi utama: Stadion Bumi Sriwijaya dan Lapangan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.
Herman Deru menekankan pentingnya pembinaan usia dini yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, Sumsel memiliki banyak talenta muda berbakat yang perlu diberikan ruang untuk berkembang hingga level profesional dan Tim Nasional Indonesia.
Salah satu kontestan yang patut diperhatikan adalah Tim Sepak Bola U-15 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Sebanyak 20 pemain muda terbaik resmi dilepas Pemerintah Kabupaten OKU sebelum bertolak ke Palembang.
Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda OKU, Indra Susanto, berpesan agar para pemain menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga nama baik daerah selama mengikuti kompetisi.
"Anak-anak ini adalah bibit unggul sepak bola OKU. Bermainlah dengan penuh semangat, tunjukkan kemampuan terbaik, dan buktikan bahwa pemain muda OKU mampu bersaing dengan daerah lain," ujar Indra.
Skuad U-15 OKU merupakan hasil seleksi dari 13 kecamatan dan berbagai sekolah tingkat SMP di Kabupaten OKU. Seluruh pemain telah menjalani pemusatan latihan secara bertahap sebelum ditetapkan sebagai tim yang mewakili Bumi Sebimbing Sekundang.
Bagi Pemkab OKU, keikutsertaan dalam Piala Gubernur Sumsel U-15 tidak hanya mengejar prestasi semata, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang. Herman Deru berharap kompetisi ini bisa menjadi agenda rutin yang melahirkan bintang-bintang sepak bola Indonesia di masa depan.
"Kalau pembinaan usia dini dilakukan secara serius, saya yakin dari kompetisi ini akan lahir bintang-bintang sepak bola Indonesia di masa depan," katanya.