PALEMBANG — Seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang untuk musim haji 2026 resmi ditutup setelah Kloter 16 mendarat di Bandara SMB II Palembang. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Selatan, M Arkan Nurwahiddin, memastikan proses dari awal hingga akhir berjalan lancar.
“Alhamdulillah seluruh proses pemulangan jemaah dapat berjalan lancar sampai kloter terakhir,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Dari total 6.984 jemaah yang kembali, mayoritas berasal dari Sumatera Selatan sebanyak 5.851 orang. Sebanyak 1.069 jemaah lainnya berasal dari Kepulauan Bangka Belitung, ditambah 64 petugas kloter yang ikut dalam rombongan.
Selain itu, dua jemaah memilih pulang secara mandiri melalui Abu Dhabi, yakni Muhammad Yasmir Abdullah dan Desi Amalia. Secara keseluruhan, angka ini mendekati total 6.995 jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Palembang pada awal musim haji.
Meski operasional pemulangan berjalan tanpa hambatan berarti, tahun ini Debarkasi Palembang mencatat sembilan jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi. Mereka berasal dari sejumlah daerah, meliputi Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas, Muara Enim, dan Bangka Selatan.
Pihak Kemenhaj Sumsel menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Mereka juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari petugas kloter hingga tim medis di embarkasi.
Dengan selesainya pemulangan Kloter 16, seluruh operasional haji Embarkasi dan Debarkasi Palembang tahun 2026 resmi ditutup. Pemerintah berharap penyelenggaraan di tahun berikutnya dapat berjalan lebih optimal, khususnya dalam pelayanan kepada jemaah lanjut usia dan yang memiliki risiko kesehatan tinggi.
Catatan tahun ini menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi di Sumsel dan Babel cukup solid, meskipun angka jemaah wafat masih menjadi perhatian serius untuk evaluasi musim haji mendatang.