MUARADUA — Rumah sakit yang sebelumnya hanya berstatus Tipe D ini akan naik kelas menjadi Tipe C. Artinya, warga OKU Selatan tak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan spesialis seperti penyakit dalam, bedah, anak, hingga kebidanan dan kandungan.
Bupati OKU Selatan Abusama menyatakan, pengembangan ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya. “Pelaksanaan pembangunan yang saat ini mulai berjalan diharapkan selesai tepat waktu sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu.
RSUD Muaradua dibangun di atas lahan seluas 30.320 meter persegi. Sekitar 16.493 meter persegi atau 54 persen dari total lahan akan menjadi bangunan utama rumah sakit. Sisanya, 8.749 meter persegi, dipertahankan sebagai ruang hijau untuk menciptakan lingkungan penyembuhan (healing environment) yang nyaman bagi pasien dan keluarga.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, merinci sejumlah fasilitas prioritas yang disiapkan. Mulai dari poliklinik, radiologi, laboratorium, ruang operasi, cathlab, ICU, ruang rawat inap KRIS, ruang VIP, hingga area publik. Yang paling dinantikan, rumah sakit ini juga akan memiliki layanan jantung dan layanan stroke.
Penataan kawasan rumah sakit menggunakan pendekatan konstruksi terintegrasi dengan pembagian zona publik, semi publik, privat, dan servis. Tujuannya, alur pasien, tenaga medis, pengunjung, dan distribusi logistik tidak saling mengganggu. Area kritis seperti IGD, ICU, dan ruang operasi ditempatkan di titik strategis untuk mempercepat penanganan pasien.
Dari sisi desain, RSUD Muaradua mengusung konsep human-centered design. Pencahayaan alami dimaksimalkan, warna teduh dipilih, dan material pendukung higienitas digunakan. Untuk ruang tindakan khusus seperti CT Scan dan cathlab, lantai vinyl antistatis dipasang sesuai standar keselamatan fasilitas kesehatan modern.
Hutama Karya juga menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) untuk koordinasi pekerjaan arsitektur, struktur, dan utilitas secara presisi. Progres pekerjaan dipantau secara real time melalui Project Management Information System (PMIS).
Peningkatan status dari Tipe D ke Tipe C diharapkan memperluas jenis layanan medis dan menambah ketersediaan dokter spesialis. Selama ini, pasien dengan kondisi serius kerap dirujuk ke Palembang atau kota besar lainnya. Dengan adanya RSUD Muaradua yang baru, beban biaya dan waktu tempuh warga OKU Selatan untuk berobat diharapkan berkurang drastis.
Program PHTC sendiri merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari visi Indonesia Maju 2045, khususnya di sektor kesehatan. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan dan peningkatan kualitas rumah sakit daerah.